Program pelatihan karyawan memiliki multi manfaat bagi perusahaan, pilihan tersebut layak dipertimbangkan untuk memastikan kelancaran dan kepuasan karyawan serta bagi kemajuan perusahaan sendiri. Namun, apa saja pelatihan dasar karyawan yang harus dilakukan oleh perusahaan? Berikut jenis training karyawan dasar yang harus diperhatikan oleh perusahaan

Skill & Creativity Training

Jenis pelatihan karyawan ini dikhususkan untuk memberikan skill dan pengetahuan baru bagi karyawan. Karyawan akan diajarkan keahlian yang dianggap belum menguasai atau masih kurang nilainya. Metode pelatihan karyawan ini sangat cocok bagi karyawan yang berasal dari departemen yang mengharuskan berpikir kreatif seperti tim desain, marketing, promosi, ataupun tingkatan supervisor.

Retraining

Retraining atau pelatihan karyawan ulang adalah pelatihan untuk karyawan yang diberikan secara berkala. Adanya perkembangan teknologi membuat karyawan dituntut untuk maju dan menyesuaikan diri untuk berpikir inovatif, untuk itu adanya rencana pelatihan karyawan ulang perlu diadakan dengan menyesuaikan kebutuhan pelatihan karyawan.

Cross Functional Training

Cara pelatihan karyawan cross functional dilakukan dengan meminta karyawan untuk melakukan aktivitas pekerjaan tertentu diluar bidang pekerjaan yang ditugaskan kepadanya. Cross training sangat bermanfaat bagi semua karyawan sehingga mereka mampu memahami cara kerja organisasi perusahaan secara lebih luas tidak hanya fokus pada tugas kerjanya saja. Salah satu contoh pelatihan karyawan cross functional adalah meminta staff bagian accounting untuk membantu tugas staff HR dalam menyeleksi karyawan baru. Hal ini juga sangat bermanfaat disaat kebutuhan SDM kian bertambah, namun harus memaksimalkan sumber daya yang dimiliki.

Pelatihan karyawan yang sesuai tentunya akan menambah manfaat bagi perusahaan, namun perlu diingat juga efektivitas pelatihan karyawan itu sendiri. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi pelatihan karyawan yang telah diadakan untuk mengetahui strategi pelatihan terhadap karyawan apalagi yang perlu diadakan.

Pelatihan karyawan menjadi sebuah prioritas bagi perusahaan dalam rangka cara meningkatkan produtivitas dan kinerja kerja, namun ada jenis pelatihan pelatihan karyawan yang juga perlu dilakukan oleh perusahaan. Yaitu outbond training, ada juga perusahaan yang menganggap outbound training tidak terlalu penting seperti hanya melakukan kegiatan rekreasi untuk mempererat hubungan sesama karyawan.

Outbond training sendiri merupakan program pelatihan karyawan yang memiliki manfaat begitu besar dalam rangka pengembangan karyawan. Diantaranya manfaat outbond training adalah

  1. Melatih kerjasama tim, dalam kegiatan outbound training biasanya berbentuk permainan yang melatih karyawan untuk dapat bahu membahu bersama dalam menyelesaikan permainan.
  2. Outbond training dapat menjadi cara menumbuhkan jiwa kepemimpinan yang selama ini tidak nampak. Beberapa metode outbound training ada yang bertujuan untuk mengembangkan leadership seseorang dalam mengatasi permasalahan yang ada.
  3. Mengasah kemampuan karyawan dalam mengambil keputusan terhadap suatu kondisi di mana kondisi tersebut bisa saja tidak pernah dialami sebelumnya. Sehingga dapat meningkatkan kemampuan dan kematangan kedewasaan karyawan dalam mengambil keputusan.
  4. Melatih menyeimbangkan kemampuan analisa dan pola pikir dengan menggunakan otak kiri dan otak kanan. Karena keduanya adalah senjata yang sangat ampuh dalam mengambil keputusan yang sangat dibutuhkan oleh seorang leader
  5. Menumbuhkankebersamaan yang merupakan hal yang sangat penting bagi karyawan untuk memupuk rasa kebersamaan dan peduli terhadap sesama untuk menghindari persaingan yang saling menjatuhkan
  6. Metode pelatihan karyawan yang digunakan dalam outbond training merupakan aktualisasi diri yang biasanya dikemas dalam kegiatan permainan yang memberikan rasa suka cita bagi peserta outbound training. Dengan mengikuti outbound training harapannya karyawan semakin bersemangat ketika kembali bekerja dan dapat melahirkan ide-ide serta terobosan baru yang bermanfaat bagi kemajuan perusahaan

Bagi perusahaan menyelanggarakan program pelatihan dan pengembangan karyawan outbond training tentunya membutuhkan biaya pelatihan karyawan yang tidak sedikit, namun jika dilihat dari manfaat yang didapatkan dari program outbond training tentunya itu bisa menjadi investasi bagi perusahaan. Untuk itu perusahaan haruslah memilih lembaga pelatihan karyawan yang terpercaya dalam menyelenggarakan outbond training bagi karyawannya.

 

 

 

 

 

 

Pelatihan karyawan merupakan salah satu hal penting yang dilakukan perusahaan dalam pengembangan karyawan. Yang sering menjadi masalah adalah bagaimana perusahaan bisa mengetahui efektivitas pelatihan karyawan yang diadakan? Diperlukan sebuah indikator pelatihan karyawan untuk mengetahui kesuksesan dari program pelatihan karyawan. Evaluasi pelatihan karyawan sendiri merupakan proses sistematis yang dilakukan dengan tujuan untuk mengukur keberhasilan dari penyampaian materi pelatihan karyawan.

Contoh evaluasi pelatihan karyawan yang populer adalah Model Evaluasi Kirkpatrick, dikembangkan oleh pakar evaluasi pelatihan dan pengembangan SDM Donald Kirkpatrick di tahun 1959. Di dalam Model Evaluasi Krikpatrick, ada beberapa tahapan yang dilakukan sebagai bagian dari proses evaluasi pelatihan dan pengembangan karyawan.

Tahap reaksi.

Tujuan dari tahap ini adalah untuk mencari tahu seberapa pentingnya pelatihan untuk karyawan. Caranya dengan mengukur keterlibatan karyawan selama program pelatihan karyawan berlangsung, keaktifan mereka, serta bagaimana karyawan bereaksi atas berbagai materi pelatihan karyawan SDM yang diterima. Dengan begitu, bisa dicari tahu seberapa baik karyawan dalam menerima dan mengikuti pelatihan karyawan tersebut.

Tahap pembelajaran

Tujuan dari tahap evaluasi ini adalah untuk mengetahui apakah tujuan pelatihan karyawan bisa meningkatkan keahlian, sikap, pengetahuan, kepercayaan diri, dan komitmen mereka dalam melakukan pekerjaannya. Caranya dengan memberikan sebuah tes kepada peserta pelatihan karyawan sebelum acara berlangsung. Kemudian, berikan tes lagi setelah training karyawan berakhir. Tujuannya untuk membandingkan hasil tes sebelum dengan sesudah program pelatihan karyawan, apakah ada perubahan atau peningkatan yang diharapkan.

Tahap perilaku

Di dalam tahapan ini, perusahaan akan dibantu untuk memahami seberapa baik karyawan dalam mengaplikasikan hasil pelatihan karyawan dalam pekerjaannya sehari-hari. Proses pengukuran perilaku yang efektif memakan waktu panjang setelah pelatihan kerja karyawan, berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.

Tahap hasil

Hasil dari pelatihan pegawai di sini juga meliputi efek yang dikehendaki oleh perusahaan untuk dicapai. Hasil pelatihan karyawan yang efektif diukur bukan hanya hasil dari pencapaian individu masing-masing karyawan, tapi juga pencapaian perusahaan secara keseluruhan

 

Karyawan merupakan salah satu aset yang paling penting bagi perusahaan. Untuk itu program pelatihan dan pengembangan karyawan merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh perusahaan. Selain program pelatihan untuk karyawan baru, juga diperlukan pelatihan bagi karyawan lama. Latar belakang pelatihan karyawan adalah sebagai cara meningkatkan produktivitas dan sebagai cara meningkatkan kinerja karyawan. Untuk itu diperlukan metode pelatihan karyawan yang sesuai agar mendapatkan hasil yang maksimal. Berikut metode-metode pelatihan dan pengembangan karyawan:

  1. Metode Demonstrasi dan Contoh.

Metode ini lebih banyak melibatkan penguraian dan cara memperagakan sesuatu melalui contoh-contoh. Metode ini sangat efektif, karena lebih mudah dalam menunjukkan kepada para peserta pelatihan karyawan tentang bagaimana cara dalam mengerjakan suatu tugas, karena telah dikombinasikan dengan alat bantu belajar seperti : gambar-gambar, teks materi, ceramah, dan diskusi.

  1. Metode Simulasi.

Metode dan teknik pelatihan ini merupakan suatu situasi atau peristiwa yang mana telah menciptakan bentuk realitas atau imitasi dari realitas kerja yang sesungguhnya. Simulasi ini merupakan pelengkap dan sebagai tehnik duplikat yang lebih mendekati dengan kondisi nyata di lapangan.

  1. Metode On The Job Training.

Metode pelatihan on the job training merupakan salah satu contoh pelatihan karyawan baru. Karyawan akan langsung mempelajari pekerjaannya dengan cara mengamati karyawan lain yang sedang bekerja, dan kemudian mengobservasi perilakunya. Karyawan lama akan memberikan contoh tentang bagaimana cara mengerjakan pekerjaan dan karyawan baru harus memperhatikannya.

  1. Metode Vestibule atau Balai.

Vestibule adalah suatu ruangan terpisah yang disiapkan sebagai tempat pelatihan untuk karyawan baru yang nantinya akan menduduki suatu jabatan. Metode jenis ini merupakan metode pelatihan yang sangat cocok bagi banyak peserta (para karyawan baru) yang akan dilatih dengan jenis pekerjaan yang sama dan dalam waktu yang juga sama.

  1. Metode Apprenticeship.

Metode training karyawan ini adalah bagaimana cara mengembangkan keterampilan (skill) pengrajin atau pertukangan. Proses pelatihan karyawan baru ini akan mendapatkan bimbingan umum dan dapat langsung mengerjakan pekerjaannya masing-masing.

  1. Metode Ruang Kelas.

Model dan metode pelatihan jenis ini dilakukan di dalam ruang kelas seperti perkuliahan, konferensi, studi kasus, bermain peran dan pengajaran berprogram (programmed instruction).

Oleh karena itu, untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas karyawan, perusahaan sebaiknya menerapkan jenis pelatihan karyawan sesuai dengan yang dibutuhkan. Program pelatihan dan pengembangan SDM biasanya diadakan secara berkala yang dilakukan oleh perusahaan secara langsung maupun menggunakan jasa lembaga pelatihan karyawan.

 

Upaya peningkatan produktivitas tenaga kerja memerlukan banyak keterampilan sosial, komunikasi, pengertian, negosiasi dan kesabaran.
Berikut karakteristik tim yang produktif

  • para anggota menyepakati tujuan tim dan berkomitmen pada tujuan tersebut
  • tujuan tim lebih penting dari tujuan individu
  • para anggota tim benar-benar memahami peran mereka dan bertukar tanggung jawab bila diperlukan
  • para anggota mengkontribusi perpaduan keterampilan dan pengalaman yang berbeda-beda namun tepat
  • para anggota bersikap toleran terhadap kesalahan, baik kesalahan sendiri maupun orang lain
  • para anggota bersikap terbuka terhadap ide-ide baru, perspektif lain dan berani mengambil resiko
  • keputusan dibuat berdasarkan subtansi, bukan demi gaya status dari individu yang mengajukan ide tersebut

Bagaimana meningkatkan kualitas dan produktivitas sebuah tim memerlukan usaha keras, berikut hal yang bisa Anda lakukan sebagai cara meningkatkan produktivitas organisasi

  • Arahkan tim Anda pada kesuksesan

sebagai pemimpin tim Anda adalah penghubung antara kelompok dan manajemen atas    atau klien. Sebelum Anda memulai, arahkan tim Anda pada kesuksesan.

  • Bersikaplah proaktif dan kreatif

bagian dari memimpin tim adalah mengambil inisiatif. Gunakan inisiatif Anda untuk menemukan orang, alat dan teknologi yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas Anda.

  • Bersikaplah realistis

jika Anda yakin bahwa kerangka waktunya tidak masuk akal dan sumber dayanya tidak ada, namun Anda menyanggupi tugas yang diberikan dan berharap memperoleh yang terbaik, maka Anda mencelakakan tim Anda. Jika tujuan tim memang tidak dapat dicapai dengan hambatan yang ada, maka jangan lanjutkan!

  • Memberi kesempatan berkembang

Cara meningkatkan produktivitas karyawan yang paling ampuh adalah dengan cara memotivasi karyawan itu sendiri. Dengan memberikan kesempatan berkembang, maka anggo tim akan menjadi lebih semangat dalam melaksanakan tugasnya. Hal yang bisa dilakukan dalam pengembangan karyawan adalah dengan mengikutsertakan dalam pelatihan karyawan.