Dalam lingkungan pekerjaan ada berbagai hal yang akan Anda hadapi, satu di antaranya rekan kerja yang toxic dan karenanya, mengganggu. Rekan kerja toxic tidak hanya membuat suasana kerja di kantor menjadi tidak nyaman, tetapi juga terkadang bisa saja merugikan. Dia bisa menusuk kita dari belakang atau berupaya ‘meracuni’ pemikiran kita. Sebaiknya, Anda menghindari orang toxic. Pasalnya, orang-orang toxic selalu memiliki cara agar keinginan mereka kesampaian atau tindakan-tindakan mereka diterima orang lain.

Meski terkadang tidak mudah untuk menghindari rekan kerja yang toxic, kamu perlu menjauh darinya agar produktivitasmu tidak terganggu dengan racun-racun yang mereka bawa serta untuk menjaga kesehatan mentalmu. Lalu bagaimana scara menghadapi rekan kerja yang toxic dan penuh hal negatif agar pekerjaan kita tidak terganggu?

 

Berikut 4 cara menghadapi rekan kerja yang toxic di kantor:

  1. Datang Tepat Waktu

Ini menjadi satu di antara cara terbaik memulai hari dengan positif. Datang tepat waktu dan mulai mengerjakan tugas secara on time akan membuat waktu Anda lebih efisien. Tidak ada waktu untuk berinteraksi dengan rekan kerja toxic karena Anda dikejar hal yang lebih penting untuk dilakukan.

  1. Hindari Pergosipan

Ketika waktunya istirahat, jangan terlalu lama berkumpul dengan orang-orang yang sekiranya suka mengeluh, suka membicarakan kejelakan atasan, mengomentari penampilan sesama partner kerja, dan lain sebagainya. Daripada waktu Anda terbuang untuk mendengarkan racun, pamitlah dengan sopan dan kembalilah ke meja Anda.

 

  1. Kenali Lebih Dekat orang-orang yang Netral

Jika bisa, berkumpullah dengan orang-orang yang baik, yang tidak macam-macam topik pembicaraannya dan bersikap apa adanya. Sering kali Anda akan bertemu tipe-tipe orang yang penuh gengsi, namun selama mereka tidak saling menjatuhkan satu sama lain, tetap bergaullah dengan mereka.

 

  1. Fokus dengan Pekerjaan Sendiri

Pasti sangat melelahkan dan menguras energi menghadapi pekerjaan yang tidak sesuai dengan hati, apalagi dengan lingkungan sosial yang tidak sehat. Jangan beradaptasi dengan hal ini, sebaliknya, cari dan temukan pekerjaan yang cocok dan tidak membuat Anda tertekan menjalaninya. Lalu kerjakan dengan fokus agar perhatian Anda tidak teralihkan pada rekan kerja toxic dan racun-racun yang mereka bawa.

 

Demikian hal – hal mengenai 4 cara menghadapi rekan kerja toxic di kantor yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasimu.

Untuk meraih kesuksesan dalam karir, kita harus berusaha menjadi karyawan terbaik. Dengan cara ini, kamu dapat menonjol di antara rekan kerja yang lain dan dapat meningkatkan peluang kerja yang ada. Misalnya, karyawan yang baik cenderung mendapatkan promosi, kenaikan gaji, umpan balik positif, dan fasilitas kerja tambahan lainnya. Dalam panduan ini, Lister akan menjelaskan seperti apa bentuk karyawan yang baik sekaligus berbagi saran tentang bagaimana menjadi karyawan yang baik.

 

Karyawan yang baik adalah seseorang yang dapat dipercaya oleh manajemen untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Mereka bekerja untuk mencapai tujuan perusahaan dan datang ke tempat kerja dengan persiapan setiap hari. Selain menjadi pekerja keras, karyawan yang baik juga tahu bagaimana memperlakukan atasan dan rekan kerja mereka dengan hormat. Mereka membantu mempromosikan budaya perusahaan yang sehat dan mendorong orang lain untuk sukses. Umumnya, karyawan yang baik sangat dihargai oleh atasan dan rekan kerja mereka.

 

Berikut cara untuk membantu meningkatkan upaya kamu menjadi karyawan yang baik:

  1. Patuhi pedoman perusahaan.
  2. Bekerja menuju tujuan perusahaan.
  3. Perlakukan semua orang dengan hormat.
  4. Gunakan upaya terbaik yang bisa kamu beri.
  5. Menjadi ahli dalam pekerjaan yang kamu tangani.
  6. Tawarkan nilai ke tempat kerja kamu.
  7. Fokus pada solusi.
  8. Terbuka untuk berubah.
  9. Mengakui kesalahan.
  10. Membangun hubungan.

 

Demikian hal – hal mengenai cara menjadi karyawan teladan yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pengembangan perusahaan & pelatihan karyawan  sesuai kebutuhan organisasimu.

Sebelumnya sudah kita bahas penyebab quiet quitting, sekarang kita akan bahas cara menghindarinya, yuk simak!

 

Tujuan utama orang melakukan quiet quitting adalah mewujudkan work-life balance. Mereka sebisa mungkin tidak terlibat terlalu jauh dalam pekerjaan agar tidak stres dan mengalami burnout. Sikap ini memang akhirnya bisa membuat mereka terhindar dari kecemasan bahkan depresi.

 

Selain itu, seperti yang kita tahu, orang yang gila kerja atau workaholic memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan. Ini karena saat sibuk bekerja, seseorang cenderung mengabaikan pola hidup sehat, hingga akhirnya berisiko mengalami diabetes, penyakit jantung, hingga penyakit kronis lainnya. Dari sini menandakan bahwa kebutuhan seseorang pada work-life balance sangat penting.

Untuk mencapai work-life balance yang baik, kamu bisa menerapkan beberapa tips berikut ini:

  1. Buat batasan yang jelas untuk waktu bekerja, beristirahat, dan bersosialisasi, termasuk dengan keluarga.
  2. Tetap lakukan pekerjaan dengan sepenuh hati.
  3. Kelola stres dengan cara yang positif, misalnya dengan melakukan hobi atau aktivitas yang menyenangkan.
  4. Terapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tidur yang cukup, dan rutin ber

 

Demikian hal – hal mengenai cara mengatasi quiet qutting yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasimu.

Quiet quitting adalah istilah untuk menggambarkan kebiasaan seseorang yang bekerja sesuai porsinya. Mereka yang melakukan quiet quitting tidak segan menolak pekerjaan di luar job description serta tidak ingin bekerja di luar jam kerja, meskipun hanya membuka dan membalas pesan atau email.

 

Terkadang, orang-orang yang menerapkan quiet quitting juga enggan bekerja dengan performa yang maksimal dan tidak ada keinginan untuk mengejar karir.

Ada banyak alasan mengapa seseorang melakukan quiet quitting, antara lain:

  1. Kegagalan dan kekecewaan di tempat kerja, seperti tidak mendapatkan promosi serta kurangnya apresiasi atau upah
  2. Rekan kerja yang toxic
  3. Kelelahan karena beban kerja yang banyak
  4. Takut dilimpahkan pekerjaan tambahan
  5. Bosan melakukan pekerjaan yang itu-itu saja
  6. Merasa kurang punya waktu luang untuk kehidupan pribadi
  7. Berpikir bahwa bekerja hanya akan membuat perusahaan kaya, tetapi tidak dengan dirinya

 

Demikian hal – hal mengenai penyebab quiet quitting dalam team pada perusahaan yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan & pelatihan karyawan sesuai kebutuhan organisasimu.

Untuk meraih kesuksesan dalam karir, kita harus berusaha menjadi karyawan terbaik. Dengan cara ini, kamu dapat menonjol di antara rekan kerja yang lain dan dapat meningkatkan peluang kerja yang ada. Misalnya, karyawan yang baik cenderung mendapatkan promosi, kenaikan gaji, umpan balik positif, dan fasilitas kerja tambahan lainnya. Dalam panduan ini, Lister akan menjelaskan seperti apa bentuk karyawan yang baik sekaligus berbagi saran tentang bagaimana menjadi karyawan yang baik.

 

Karyawan yang baik adalah seseorang yang dapat dipercaya oleh manajemen untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Mereka bekerja untuk mencapai tujuan perusahaan dan datang ke tempat kerja dengan persiapan setiap hari. Selain menjadi pekerja keras, karyawan yang baik juga tahu bagaimana memperlakukan atasan dan rekan kerja mereka dengan hormat. Mereka membantu mempromosikan budaya perusahaan yang sehat dan mendorong orang lain untuk sukses. Umumnya, karyawan yang baik sangat dihargai oleh atasan dan rekan kerja mereka.

 

Berikut cara untuk membantu meningkatkan upaya kamu menjadi karyawan yang baik:

  1. Patuhi pedoman perusahaan.
  2. Bekerja menuju tujuan perusahaan.
  3. Perlakukan semua orang dengan hormat.
  4. Gunakan upaya terbaik yang bisa kamu beri.
  5. Menjadi ahli dalam pekerjaan yang kamu tangani.
  6. Tawarkan nilai ke tempat kerja kamu.
  7. Fokus pada solusi.
  8. Terbuka untuk berubah.
  9. Mengakui kesalahan.
  10. Membangun hubungan.

 

Demikian hal – hal mengenai cara menjadi karyawan teladan yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasimu.