Tag Archive for: cara mengatasi karyawan bermasalah

Turnover karyawan yang tinggi menjadi salah satu tantangan terbesar bagi banyak perusahaan. Tidak hanya menimbulkan biaya rekrutmen dan pelatihan yang besar, tingginya angka keluar-masuk karyawan juga dapat mengganggu produktivitas, merusak budaya kerja, dan menghambat perkembangan bisnis.

Oleh karena itu, perusahaan perlu memahami penyebab turnover dan menerapkan strategi yang efektif untuk mengurangi turnover pada karyawan.

Artikel ini akan membahas langkah-langkah komprehensif untuk membantu perusahaan menekan angka turnover pada karyawan dan mempertahankan talenta terbaik.


Apa yang Dimaksud dengan Turnover Karyawan?

Turnover karyawan adalah tingkat pergantian karyawan dalam suatu perusahaan, baik karena resign, PHK, pensiun, maupun alasan lainnya.
Jika tingkat turnover melebihi angka wajar di industri, maka perusahaan sedang menghadapi permasalahan retensi karyawan.

Penyebab turnover bisa bermacam-macam, seperti:

  • Beban kerja terlalu tinggi

  • Gaji tidak kompetitif

  • Tidak ada perkembangan karier

  • Lingkungan kerja toxic

  • Manajemen yang buruk

  • Ketidaksesuaian antara pekerjaan dan ekspektasi


Dampak Negatif Turnover Karyawan yang Tinggi

Turnover bukan hanya menyebabkan kehilangan karyawan, tetapi juga:

🔻 Biaya rekrutmen dan pelatihan meningkat
🔻 Produktivitas menurun karena adaptasi karyawan baru
🔻 Kualitas pekerjaan tidak stabil
🔻 Beban kerja karyawan lain bertambah
🔻 Moral tim melemah dan budaya kerja terganggu

Semakin lama turnover tidak ditangani, semakin sulit perusahaan mempertahankan keunggulan kompetitif.


Cara Efektif Mengatasi Turnover Karyawan yang Tinggi

1. Perbaiki Proses Rekrutmen

Pilih kandidat yang benar-benar sesuai dengan budaya dan kebutuhan perusahaan.
Sertakan penjelasan jelas tentang job description, ekspektasi kerja, jam kerja, dan jenjang karier untuk mencegah salah persepsi.

2. Tingkatkan Kesejahteraan dan Kompensasi

Karyawan akan bertahan jika mereka merasa dihargai.
Pastikan:

  • Gaji sesuai dengan standar industri

  • Tunjangan jelas dan berkelanjutan

  • Bonus berbasis kinerja

  • Benefit kesejahteraan seperti asuransi, kesehatan mental, dan WFH fleksibel

3. Bangun Lingkungan Kerja yang Positif

Karyawan cenderung tinggal jika budaya kerja mendukung kenyamanan dan kolaborasi.
Hindari toxic management dan berikan ruang komunikasi terbuka.

4. Berikan Peluang Pengembangan Karier

Turnover sering terjadi karena karyawan merasa stagnan.
Solusinya:

  • Pelatihan dan upskilling rutin

  • Program sertifikasi

  • Coaching dan mentoring

  • Jalur promosi yang jelas

5. Evaluasi Beban Kerja dan Manajemen Waktu

Beban kerja berlebihan dapat mempercepat burnout.
Pastikan distribusi tugas seimbang dan realistis sesuai kemampuan tim.

6. Beri Apresiasi dan Pengakuan

Karyawan ingin dilihat dan diapresiasi.
Program penghargaan sederhana pun dapat meningkatkan loyalitas.

7. Lakukan Exit Interview dan Analisis Resign

Jangan hanya menerima resign, tetapi pelajari alasannya.
Gunakan insight exit interview untuk memperbaiki budaya kerja dan manajemen perusahaan.


Indikator Turnover Berhasil Dikendalikan

Jika strategi di atas berjalan efektif, perusahaan akan merasakan perubahan berikut:

✔ Resign karyawan menurun
✔ Produktivitas meningkat
✔ Kepuasan kerja karyawan lebih baik
✔ Retensi talenta terbaik lebih stabil
✔ Biaya rekrutmen dan pelatihan lebih terkontrol


Kesimpulan

Turnover karyawan yang tinggi bukan masalah yang bisa dibiarkan begitu saja. Perusahaan harus bertindak cepat dengan:
✨ Merekrut karyawan yang tepat
✨ Mengelola kesejahteraan dan career path
✨ Membangun budaya kerja positif
✨ Memberikan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan

Ketika karyawan merasa dihargai, berkembang, dan nyaman, mereka akan lebih loyal dan produktif—membawa perusahaan

Setiap karyawan memiliki permasalahannya masing-masing, dan masalah tersebut dapat berdampak pada kinerja karyawan. Sangatlah penting untuk HR bersikap terbuka, agar karyawan mau berbagi cerita dan mendengarkan solusi dari Anda. Keterpercayaan sosok HR sebagai problem-solver juga bisa digunakan untuk mendapatkan input tentang keluhan karyawan. Dari komplain, isu, atau peristiwa tidak menyenangkan yang dialami oleh karyawan, HR dapat membuat program sumber daya manusia yang lebih terarah. Selain itu, jika masalah karyawan selalu terselesaikan dengan baik, produktivitas karyawan juga akan meningkat.

Berikut beberapa keluhan karyawan yang kerap terjadi di berbagai perusahaan:

  1. Tantangan antarpribadi dengan rekan kerja atau atasan

Dengan latar belakang dan kepribadian yang beragam, sangatlah wajar jika terjadi percikan dalam hubungan kerja. Yang menjadi masalah karyawan adalah ketika hal tersebut mempengaruhi kinerja. HR harus dapat membantu karyawan memilah antara permasalahan profesional atau pribadi, dan membantu mereka dalam menyikapi masalah dengan lebih tepat.

 

  1. Target performa kerja

Mungkin Anda menemui karyawan yang tidak pernah mencapai produktivitas sebagaimana yang diharapkan. Cobalah Anda ajak ia berdiskusi karena kadang hal ini bukan disebabkan oleh ketidakmampuan pribadi, melainkan faktor-faktor dari lingkungan kerja.

 

  1. Ketidakselarasan antara jabatan dan job description

Setelah HR melakukan rekrutmen karyawan dan menempatkan seorang karyawan di departemen yang dirasa cocok, ternyata ia merasakan ketidaksesuaian antara ekspektasi dan realita. Hal ini dapat menghambat prestasinya.

 

  1. Pengajuan cuti yang berbelit

Cuti merupakan hak karyawan yang sudah memenuhi syarat dan ketentuan. Selain itu, perusahaan juga mendapatkan banyak keuntungan dari cuti karyawan. Mudahkan pengajuan cuti karyawan di perusahaan Anda dengan HRIS online seperti Gadjian yang dapat melakukan dokumentasi dan perhitungan cuti.

 

  1. Jenjang karir dan perkembangannya

Sebagian karyawan memiliki concern lebih terhadap peningkatan karir mereka. Bahkan mereka dapat dengan ‘mudah’ mengundurkan diri (resign) dari perusahaan yang tidak menawarkan jenjang karir yang jelas. Sebelum Anda kehilangan best talent, pastikan Anda sudah memiliki program untuk mengantisipasi hal ini.

 

  1. Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan

Generasi millennial umumnya lebih senang bekerja pada perusahaan yang menghargai waktu yang mereka miliki. Keluhan karyawan akan muncul ketika tuntutan lembur tidak dikelola dengan baik, sehingga mereka merasa tidak memiliki ‘kehidupan’ di luar pekerjaan.

 

Demikian hal – hal mengenai 6 contoh keluhan karyawan pada management yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasimu.