Tag Archive for: pengembangan perusahaan

Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, perusahaan tidak bisa hanya mengandalkan sistem dan teknologi. Sumber daya manusia (SDM) tetap menjadi faktor penentu utama keberhasilan organisasi. Karena itu, program pelatihan karyawan yang efektif menjadi investasi strategis untuk meningkatkan kinerja, produktivitas, dan daya saing perusahaan.

Artikel ini membahas jenis program pelatihan karyawan yang terbukti meningkatkan kinerja, manfaatnya, serta cara HR menyusun program pelatihan yang berdampak nyata.

Mengapa Program Pelatihan Karyawan Sangat Penting?

Program pelatihan karyawan membantu perusahaan:

  • Meningkatkan kompetensi dan keterampilan kerja

  • Menyesuaikan kemampuan karyawan dengan kebutuhan bisnis

  • Meningkatkan motivasi dan keterlibatan kerja

  • Mengurangi kesalahan operasional

  • Menekan tingkat turnover

Karyawan yang terlatih dengan baik cenderung bekerja lebih efektif dan memberikan hasil yang lebih optimal.

Jenis Program Pelatihan Karyawan yang Terbukti Meningkatkan Kinerja

1. Pelatihan Berbasis Kompetensi

Pelatihan berbasis kompetensi ini fokus pada:

  • Keterampilan inti sesuai jabatan

  • Standar kompetensi yang jelas

  • Peningkatan kualitas hasil kerja

Pelatihan berbasis kompetensi membantu karyawan bekerja lebih tepat, cepat, dan akurat.

2. Pelatihan Soft Skill

Pelatihan Soft skill berperan besar dalam kinerja karyawan, seperti:

  • Komunikasi efektif

  • Kerja sama tim

  • Problem solving

  • Manajemen waktu

  • Kepemimpinan

Pelatihan soft skill meningkatkan kolaborasi dan efektivitas kerja tim.

3. Pelatihan Kepemimpinan (Leadership Training)

Program pelatihan kepemimpinan ini ditujukan untuk:

  • Supervisor

  • Manager

  • Calon pemimpin

Leadership training membantu pemimpin:

  • Mengelola tim secara efektif

  • Meningkatkan engagement karyawan

  • Mendorong kinerja tim secara berkelanjutan

4. Pelatihan Mental & Mindset Kerja

Mental training membantu karyawan:

  • Mengelola stres kerja

  • Meningkatkan resiliensi

  • Menumbuhkan growth mindset

  • Mencegah burnout

Karyawan dengan mental yang sehat cenderung memiliki kinerja yang lebih stabil dan konsisten.

5. Pelatihan Digital & Teknologi

Di era digital, pelatihan ini mencakup:

  • Penggunaan tools kerja digital

  • Otomatisasi proses kerja

  • Literasi teknologi

Pelatihan digital membantu karyawan bekerja lebih efisien dan adaptif terhadap perubahan.

6. Onboarding & Continuous Training

Pelatihan tidak berhenti saat karyawan masuk. Program onboarding dan pelatihan berkelanjutan membantu:

  • Mempercepat adaptasi karyawan baru

  • Menjaga konsistensi kinerja

  • Meningkatkan loyalitas

 

Program pelatihan karyawan yang dirancang dengan baik terbukti mampu meningkatkan kinerja, produktivitas, dan daya saing perusahaan. Dengan pendekatan berbasis kompetensi, soft skill, mental, dan digital, perusahaan dapat membangun SDM yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Pelatihan bukan sekadar biaya, melainkan investasi strategis untuk pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Bila anda membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan anda?  Semua itu bisa anda dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan karyawan dan pengembangan perusahaan sesuai kebutuhan organisasimu.

Di era kerja modern, kemampuan teknis saja tidak cukup untuk membangun tim yang unggul. Perusahaan yang ingin menciptakan tim hebat dan berkinerja tinggi perlu berinvestasi pada pelatihan soft skill serta membangun psychological safety di tempat kerja.

Kombinasi keduanya terbukti meningkatkan kolaborasi, inovasi, dan produktivitas karyawan secara berkelanjutan.

Apa Itu Pelatihan Soft Skill?

Pelatihan soft skill adalah program pengembangan yang berfokus pada kemampuan non-teknis, seperti:

  • Komunikasi efektif

  • Kerja sama tim

  • Kepemimpinan

  • Manajemen emosi

  • Problem solving

  • Adaptabilitas

Soft skill membantu karyawan bekerja lebih efektif dalam tim dan menghadapi dinamika kerja yang kompleks.

Apa Itu Psychological Safety?

Psychological safety adalah kondisi di mana anggota tim merasa:

  • Aman menyampaikan ide dan pendapat

  • Tidak takut melakukan kesalahan

  • Bebas bertanya dan memberi masukan

  • Dihargai secara emosional dan profesional

Lingkungan kerja dengan psychological safety tinggi mendorong keterbukaan dan inovasi.

Mengapa Pelatihan Soft Skill dan Psychological Safety Penting untuk Tim Hebat?

1. Meningkatkan Kolaborasi dan Kepercayaan

Pelatihan soft skill membantu karyawan:

  • Berkomunikasi lebih terbuka

  • Menghargai perbedaan pendapat

  • Membangun kepercayaan antar tim

Psychological safety menjadi fondasi kolaborasi yang sehat.


2. Mendorong Inovasi dan Kreativitas

Tim yang merasa aman secara psikologis:

  • Berani mengemukakan ide baru

  • Tidak takut gagal

  • Lebih cepat beradaptasi

Hal ini sangat penting di era bisnis yang penuh perubahan.


3. Menurunkan Risiko Konflik dan Burnout

Pelatihan soft skill seperti manajemen emosi dan empati membantu:

  • Mengurangi konflik antar karyawan

  • Meningkatkan kualitas hubungan kerja

  • Menekan risiko burnout


4. Meningkatkan Kinerja dan Produktivitas Tim

Karyawan dengan soft skill yang baik:

  • Lebih fokus

  • Lebih bertanggung jawab

  • Lebih efektif dalam menyelesaikan tugas

Lingkungan kerja yang aman membuat kinerja meningkat secara alami.

Manfaat Jangka Panjang bagi Perusahaan

Perusahaan yang berinvestasi pada pelatihan ini akan merasakan manfaat jangka panjangnya meliputi:

  • Tim yang solid dan adaptif

  • Tingkat turnover yang lebih rendah

  • Employer branding yang kuat

  • Kinerja organisasi yang berkelanjutan

 

Pelatihan soft skill dan psychological safety adalah kunci membangun tim hebat di era kerja modern. Karyawan yang merasa aman, dihargai, dan didukung akan bekerja lebih optimal dan berkontribusi lebih besar bagi perusahaan.

Investasi pada pengembangan manusia bukan hanya meningkatkan kinerja, tetapi juga menciptakan organisasi yang sehat dan berdaya saing tinggi.

Bila anda membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan anda?  Semua itu bisa anda dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan karyawan dan pengembangan perusahaan sesuai kebutuhan organisasimu.

Banyak startup fokus pada inovasi produk dan pertumbuhan cepat, tetapi sering mengabaikan satu fondasi penting: SOP startup (Standard Operating Procedure). Akibatnya, proses kerja menjadi tidak konsisten, tim kebingungan, dan pertumbuhan bisnis justru melambat.

Pertanyaannya, kapan waktu yang tepat menyusun SOP untuk startup? Artikel ini akan membahas waktu ideal, manfaat SOP bagi startup, serta tanda-tanda bahwa bisnis rintisan Anda sudah membutuhkan SOP.


Apa Itu SOP Startup?

SOP startup adalah panduan tertulis yang menjelaskan langkah-langkah standar dalam menjalankan aktivitas bisnis, mulai dari:

  • Operasional harian

  • Manajemen tim

  • Layanan pelanggan

  • Keuangan dan administrasi

  • Pengembangan produk

SOP membantu memastikan setiap proses berjalan konsisten, efisien, dan terukur, meskipun startup berkembang dengan cepat.


Mengapa SOP Penting untuk Startup?

Startup identik dengan perubahan cepat. Tanpa SOP yang jelas, risiko berikut sering terjadi:

  • Proses kerja tidak seragam

  • Ketergantungan pada individu tertentu

  • Kesalahan berulang

  • Konflik antar tim

  • Sulit melakukan scaling

Dengan SOP yang tepat, startup dapat tumbuh lebih stabil dan profesional.


Kapan Waktu yang Tepat Menyusun SOP Startup?

1. Saat Tim Mulai Bertambah

Jika startup Anda sudah memiliki lebih dari 5–10 orang, SOP menjadi kebutuhan penting. Tanpa SOP:

  • Setiap karyawan bekerja dengan cara berbeda

  • Arahan hanya berdasarkan komunikasi lisan

  • Produktivitas sulit dikontrol

SOP membantu menyamakan pemahaman dan cara kerja seluruh tim.


2. Ketika Proses Mulai Terulang

Jika aktivitas seperti:

  • Onboarding karyawan

  • Proses penjualan

  • Layanan pelanggan

  • Pelaporan keuangan

dilakukan berulang, maka itu tanda kuat bahwa SOP startup perlu segera disusun agar proses lebih efisien.


3. Saat Founder Mulai Kewalahan

Banyak startup terlalu bergantung pada founder. Jika:

  • Semua keputusan harus lewat founder

  • Operasional tersendat saat founder tidak hadir

maka SOP membantu mendelegasikan tugas dengan jelas dan mengurangi bottleneck.


4. Ketika Startup Bersiap Scale Up

SOP sangat penting sebelum:

  • Ekspansi pasar

  • Penambahan cabang

  • Penambahan tim besar-besaran

  • Masuk fase pendanaan (funding)

Investor pun cenderung lebih percaya pada startup yang memiliki SOP dan sistem kerja yang rapi.


5. Saat Terjadi Kesalahan Berulang

Jika kesalahan yang sama terus terjadi, SOP menjadi solusi untuk:

  • Menetapkan standar kerja

  • Meminimalkan error

  • Meningkatkan kualitas output


Manfaat Menyusun SOP Sejak Dini untuk Startup

1. Meningkatkan Efisiensi Operasional

Dengan SOP, tim tahu:

  • Apa yang harus dilakukan

  • Bagaimana caranya

  • Siapa yang bertanggung jawab

Proses kerja menjadi lebih cepat dan minim kebingungan.


2. Mempercepat Proses Onboarding Karyawan

Karyawan baru dapat:

  • Belajar mandiri melalui SOP

  • Cepat beradaptasi

  • Mengurangi beban training berulang


3. Menjaga Konsistensi Kualitas

Baik dalam:

  • Produk

  • Layanan pelanggan

  • Proses internal

SOP memastikan kualitas tetap terjaga meski tim bertambah.


4. Mendukung Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan

Startup yang memiliki SOP:

  • Lebih siap scale up

  • Mudah mengelola perubahan

  • Tidak bergantung pada satu orang


Kesalahan Umum Startup dalam Menyusun SOP

Beberapa kesalahan yang sering terjadi:

  • Menunda SOP terlalu lama

  • SOP terlalu rumit dan kaku

  • Tidak disesuaikan dengan budaya startup

  • Tidak pernah diperbarui

SOP startup sebaiknya sederhana, fleksibel, dan mudah dipahami.


Tips Menyusun SOP Startup yang Efektif

  • Mulai dari proses paling krusial

  • Gunakan bahasa sederhana

  • Libatkan tim dalam penyusunan

  • Buat SOP yang bisa diperbarui

  • Dokumentasikan secara digital

SOP yang baik bukan membatasi kreativitas, tetapi justru mendukung pertumbuhan startup.


Peran Konsultan dalam Penyusunan SOP Startup

Konsultan bisnis atau HR membantu:

  • Menganalisis proses kerja startup

  • Menyusun SOP yang scalable

  • Menyesuaikan SOP dengan budaya startup

  • Mendampingi implementasi

Dengan pendampingan profesional, SOP menjadi alat strategis, bukan sekadar dokumen.

Waktu terbaik menyusun SOP startup adalah lebih awal — sebelum masalah muncul dan sebelum bisnis tumbuh terlalu besar. SOP membantu startup bekerja lebih efisien, profesional, dan siap menghadapi pertumbuhan.

Startup yang memiliki SOP sejak dini akan lebih kuat, terstruktur, dan dipercaya oleh investor maupun klien.

Bila anda membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan anda?  Semua itu bisa anda dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan karyawan dan pengembangan perusahaan sesuai kebutuhan organisasimu.

Di tengah perubahan teknologi yang cepat, tuntutan pelanggan yang semakin tinggi, dan persaingan bisnis yang ketat, perusahaan dituntut untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Salah satu strategi paling efektif dan terbukti menghasilkan dampak besar adalah investasi pada pelatihan karyawan.

Banyak perusahaan masih ragu mengalokasikan anggaran untuk training karena menganggapnya sebagai biaya tambahan. Padahal, dalam jangka panjang, pelatihan adalah investasi yang tidak pernah merugikan perusahaan—bahkan justru memperkuat fondasi pertumbuhan bisnis.

Dalam artikel ini, Anda akan memahami mengapa pelatihan karyawan adalah investasi terbaik, apa manfaatnya, dan bagaimana memastikan program pelatihan berdampak nyata.


1. Pelatihan Karyawan Meningkatkan Produktivitas Perusahaan

Karyawan yang terlatih bekerja:

  • lebih cepat,

  • lebih efisien,

  • lebih akurat,

  • dan lebih percaya diri.

Pelatihan membuat karyawan memahami standar kerja, SOP, serta cara menggunakan tools atau teknologi terbaru. Hasilnya, proses kerja menjadi lebih optimal dan angka kesalahan (human error) bisa ditekan.

👉 Produktivitas meningkat → biaya operasional menurun → profit meningkat.


2. Mengurangi Tingkat Kesalahan dan Kegagalan Proses

Tanpa pelatihan, karyawan cenderung mengandalkan kebiasaan lama yang tidak selalu tepat. Hal ini berpotensi menimbulkan:

  • kesalahan kerja,

  • penurunan kualitas layanan,

  • komplain pelanggan,

  • bahkan kerugian finansial.

Pelatihan membuat standar lebih jelas dan seragam, sehingga kualitas pekerjaan lebih konsisten.


3. Pelatihan Membantu Perusahaan Beradaptasi dengan Perubahan

Di era digital, perubahan terjadi setiap hari.

Mulai dari sistem baru, teknologi AI, alat kerja modern, hingga perubahan regulasi. Tanpa pelatihan, karyawan akan tertinggal dan perusahaan kesulitan bersaing.

Dengan pelatihan berkelanjutan, perusahaan:

  • lebih cepat beradaptasi,

  • lebih siap menghadapi disrupsi,

  • dan lebih unggul dari kompetitor.


4. Meningkatkan Loyalitas dan Retensi Karyawan

Salah satu alasan terbesar karyawan resign adalah karena tidak merasa berkembang.

Ketika perusahaan memberikan pelatihan, karyawan merasa:

  • dihargai,

  • diperhatikan,

  • memiliki jalur karier yang jelas,

  • dan ingin bertahan lebih lama.

Retensi yang tinggi akan mengurangi biaya rekrutmen dan on-boarding yang mahal.

👉 Investasi kecil dalam pelatihan = penghematan besar dalam jangka panjang.


5. Meningkatkan Kualitas Layanan Pelanggan

Karyawan yang terlatih:

  • lebih ramah,

  • lebih terampil,

  • lebih mampu menangani komplain,

  • lebih memahami kebutuhan pelanggan.

Dampaknya sangat langsung pada:
✨ Tingkat kepuasan pelanggan
✨ Reputasi perusahaan
✨ Loyalitas pelanggan

Layanan pelanggan yang unggul adalah aset penting bagi pertumbuhan bisnis.


6. Mendukung Inovasi dan Pertumbuhan Bisnis

Pelatihan bukan hanya soal keterampilan teknis—tetapi juga:

  • pola pikir,

  • kreatifitas,

  • pemecahan masalah,

  • komunikasi,

  • leadership,

  • dan inovasi.

Karyawan yang mendapatkan pelatihan soft skills cenderung lebih aktif memberikan ide baru dan berani mencoba strategi yang lebih segar untuk kemajuan perusahaan.


7. Menurunkan Risiko Operasional dan Human Error

Pelatihan karyawan membuat karyawan lebih memahami:

  • standar keselamatan kerja (K3),

  • prosedur operasional benar,

  • cara menghindari kesalahan fatal.

Akibatnya:
✔ Risiko kecelakaan menurun
✔ Human error berkurang
✔ Downtime produksi lebih sedikit

Ini membuat operasional perusahaan lebih stabil dan efisien.


8. Pelatihan Mendukung Persiapan Pemimpin Masa Depan

Perusahaan membutuhkan calon pemimpin yang:

  • kompeten,

  • adaptif,

  • dan mampu mengambil keputusan strategis.

Melalui pelatihan leadership, perusahaan dapat menumbuhkan talenta internal untuk menjadi supervisor, manager, atau bahkan director di masa depan.

👉 Ini jauh lebih efisien daripada terus menerus merekrut pemimpin dari luar.


9. Memberikan Keunggulan Kompetitif yang Sulit Ditiru Pesaing

Teknologi dan produk mudah ditiru.
Yang sulit ditiru adalah kualitas sumber daya manusia.

Perusahaan yang secara rutin berinvestasi pada pelatihan kayawan memiliki:

  • budaya kerja lebih kuat,

  • tim lebih kompeten,

  • inovasi lebih cepat muncul,

  • dan kualitas layanan lebih tinggi.

Inilah competitive advantage yang bertahan lama.


10. Pelatihan Menjadi Pilar Utama Pertumbuhan Jangka Panjang

Pelatihan bukan biaya, tetapi investasi strategis yang menghasilkan:
✔ karyawan kompeten
✔ proses kerja efisien
✔ inovasi berkelanjutan
✔ produktivitas meningkat
✔ omzet naik

Perusahaan yang besar dan stabil hari ini adalah perusahaan yang menempatkan pengembangan SDM sebagai prioritas utama.


Kesimpulan: Pelatihan Adalah Investasi, Bukan Pengeluaran

Investasi pada pelatihan karyawan tidak pernah merugikan karena manfaatnya dirasakan dalam jangka pendek maupun panjang. Perusahaan yang berani mengembangkan SDM akan lebih siap menghadapi masa depan dan perubahan yang terus terjadi.

Jika perusahaan ingin:

  • meningkatkan produktivitas,

  • memperkuat budaya kerja,

  • mempertahankan talenta,

  • dan bertumbuh lebih cepat,

maka pelatihan karyawan adalah langkah yang wajib dilakukan sekarang.

Bila anda membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan anda?  Semua itu bisa anda dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan karyawan dan pengembangan perusahaan sesuai kebutuhan organisasimu.

Di tengah percepatan teknologi, disrupsi bisnis, dan perubahan perilaku pasar, satu hal yang menentukan apakah perusahaan bisa bertahan dan bertumbuh adalah budaya adaptif. Perusahaan yang kaku, lambat berubah, dan menolak inovasi akan cepat tertinggal. Sebaliknya, organisasi dengan budaya adaptif terbukti lebih tangguh menghadapi krisis dan lebih unggul dalam persaingan.

Artikel ini akan mengulas secara lengkap pentingnya budaya adaptif agar perusahaan tetap relevan, manfaatnya, ciri-cirinya, serta strategi membangun budaya adaptif yang efektif dan berkelanjutan.


Apa Itu Budaya Adaptif?

Budaya adaptif adalah budaya kerja yang mendorong seluruh elemen perusahaan untuk:

  • Terbuka terhadap perubahan

  • Cepat belajar hal baru

  • Fleksibel dalam menghadapi tantangan

  • Berani mencoba inovasi

  • Responsif terhadap kebutuhan pasar

Budaya ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang pola pikir (mindset), cara bekerja, dan kepemimpinan.


Mengapa Budaya Adaptif Menjadi Kunci Relevansi Perusahaan?

Perubahan saat ini terjadi sangat cepat, dipengaruhi oleh:

  • Digitalisasi

  • Artificial Intelligence (AI)

  • Globalisasi

  • Perubahan generasi tenaga kerja

  • Perilaku konsumen yang dinamis

Tanpa budaya adaptif, perusahaan akan:
❌ Lambat merespons perubahan
❌ Kehilangan daya saing
❌ Mengalami penurunan produktivitas
❌ Kehilangan talenta terbaik
❌ Sulit berinovasi


7 Alasan Pentingnya Budaya Adaptif untuk Masa Depan Perusahaan

1. Membantu Perusahaan Bertahan di Tengah Disrupsi

Disrupsi bisa datang dari teknologi, kompetitor baru, hingga krisis global. Budaya adaptif membuat perusahaan:
✅ Lebih sigap membaca perubahan
✅ Cepat mengubah strategi
✅ Tidak terpaku pada cara lama


2. Mendorong Inovasi yang Berkelanjutan

Inovasi hanya bisa tumbuh di lingkungan yang terbuka terhadap ide baru. Budaya adaptif:

  • Menghargai kreativitas

  • Tidak takut gagal

  • Mendorong eksperimen

Perusahaan inovatif terbukti lebih mudah berkembang dan menarik pasar baru.


3. Meningkatkan Produktivitas dan Kinerja Karyawan

Karyawan yang bekerja di lingkungan adaptif:
✅ Lebih termotivasi
✅ Lebih cepat belajar
✅ Lebih siap menerima perubahan
✅ Tidak mudah stres menghadapi tantangan

Produktivitas meningkat karena karyawan tidak terjebak pada rutinitas yang kaku.


4. Menjadi Magnet bagi Talenta Berkualitas

Generasi muda (Milenial & Gen Z) cenderung memilih perusahaan yang:

  • Fleksibel

  • Memberi ruang berkembang

  • Menghargai ide

  • Mendukung work-life balance

Perusahaan dengan budaya adaptif lebih mudah menarik dan mempertahankan talenta terbaik.


5. Mempercepat Transformasi Digital

Transformasi digital bukan hanya soal teknologi, tetapi juga kesiapan SDM. Budaya adaptif:
✅ Mempercepat adopsi sistem baru
✅ Mengurangi resistensi perubahan
✅ Meningkatkan efektivitas digitalisasi

Tanpa budaya adaptif, teknologi secanggih apa pun akan sulit digunakan secara optimal.


6. Meningkatkan Kecepatan Pengambilan Keputusan

Perusahaan adaptif memiliki:

  • Struktur yang lebih lincah

  • Komunikasi yang terbuka

  • Kolaborasi lintas tim

Hal ini membuat pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan tepat.


7. Membantu Perusahaan Tetap Relevan di Mata Pasar

Pasar selalu berubah. Kebutuhan pelanggan hari ini bisa berbeda besok. Budaya adaptif membuat perusahaan:
✅ Cepat menyesuaikan produk dan layanan
✅ Lebih responsif terhadap feedback pelanggan
✅ Selalu relevan dengan tren terbaru

Di era yang serba cepat dan penuh perubahan, budaya adaptif bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Perusahaan yang ingin tetap relevan, unggul dalam persaingan, dan berkelanjutan harus berani meninggalkan zona nyaman dan terus beradaptasi.

Dengan membangun budaya adaptif yang kuat—mulai dari pola pikir, sistem kerja, hingga kepemimpinan—perusahaan akan lebih siap menghadapi masa depan yang penuh tantangan sekaligus peluang.

Bila anda membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan anda?  Semua itu bisa anda dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan karyawan dan pengembangan perusahaan sesuai kebutuhan organisasimu.