Tag Archive for: konsultan pengembangan perusahaan

Dalam dunia bisnis yang dinamis, perusahaan sering dihadapkan pada tantangan ekspansi ke pasar baru atau melakukan rebranding untuk memperkuat citra mereka. Namun, proses ini bukan hanya soal strategi pemasaran atau finansial—melainkan juga transformasi pada sumber daya manusia. Di sinilah jasa konsultan karyawan memainkan peran penting, menjadi mitra strategis yang mendampingi perusahaan menghadapi perubahan dengan lebih terstruktur dan sukses.


1. Menilai Kesiapan SDM untuk Perubahan

Salah satu tugas utama konsultan karyawan adalah melakukan asesmen mendalam terhadap kesiapan SDM. Mereka akan:

  • Mengidentifikasi keterampilan yang sudah ada dan yang perlu ditingkatkan.

  • Menilai budaya kerja apakah mendukung perubahan.

  • Memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kesiapan tim menghadapi ekspansi atau rebranding.

Dengan analisis yang tepat, perusahaan bisa meminimalkan resistensi perubahan dan memastikan semua tim siap bergerak searah.


2. Merancang Strategi Komunikasi Internal yang Efektif

Ekspansi atau rebranding sering gagal bukan karena ide buruk, melainkan komunikasi yang buruk. Konsultan karyawan membantu:

  • Membuat rencana komunikasi internal.

  • Melatih manajemen untuk menyampaikan visi dan misi baru.

  • Memastikan karyawan memahami alasan dan manfaat dari perubahan.

Komunikasi yang efektif membuat karyawan merasa dilibatkan dan termotivasi untuk mendukung transformasi.


3. Mengelola Perubahan Budaya Kerja

Ekspansi bisa berarti membuka cabang baru dengan budaya lokal yang berbeda. Rebranding pun kerap menuntut penyesuaian nilai dan perilaku. Konsultan karyawan membantu dengan:

  • Workshop budaya kerja.

  • Pelatihan adaptasi nilai perusahaan.

  • Program pembangunan tim lintas lokasi.

Dengan begitu, perusahaan membangun identitas yang konsisten sambil tetap relevan di lokasi baru.


4. Mendukung Rekrutmen dan Penempatan yang Tepat

Ekspansi biasanya memerlukan tenaga kerja tambahan atau penempatan ulang staf kunci. Konsultan karyawan:

  • Membantu membuat strategi rekrutmen.

  • Memberi saran mengenai penempatan yang sesuai.

  • Menjamin proses onboarding yang lancar.

Hal ini memastikan talenta yang direkrut atau dipindahkan benar-benar mendukung strategi bisnis.


5. Merancang Pelatihan dan Pengembangan Karyawan

Ekspansi dan rebranding hampir selalu menuntut kompetensi baru. Konsultan karyawan merancang:

  • Program pelatihan teknis dan soft skill.

  • Modul kepemimpinan untuk manajer baru.

  • Pelatihan layanan pelanggan dengan citra baru perusahaan.

Dengan investasi pengembangan yang terarah, perusahaan membangun keunggulan kompetitif jangka panjang.


6. Menjaga Kepuasan dan Retensi Karyawan

Perubahan sering membuat karyawan cemas atau bahkan memilih keluar. Konsultan karyawan mendampingi perusahaan dengan:

  • Melakukan survei kepuasan karyawan.

  • Memberi rekomendasi program kesejahteraan.

  • Menyusun strategi retensi berbasis data.

Hasilnya, turnover bisa ditekan dan semangat kerja tetap tinggi.


7. Memberi Perspektif Eksternal yang Objektif

Salah satu keuntungan besar bekerja dengan konsultan adalah sudut pandang luar yang objektif. Mereka bisa:

  • Menjadi penengah konflik.

  • Memberi solusi kreatif yang bebas dari bias internal.

  • Mengingatkan pada praktik terbaik industri.

Ini sangat membantu saat perusahaan terjebak pada cara lama yang kurang relevan untuk fase baru.


Ekspansi dan rebranding adalah momen penting untuk pertumbuhan perusahaan—tetapi juga penuh risiko jika aspek SDM diabaikan. Jasa konsultan karyawan berperan penting dalam memastikan perubahan berjalan lancar, karyawan siap mendukung visi baru, dan budaya perusahaan bertransformasi dengan tepat.

Dengan pendampingan yang profesional dan strategis, perusahaan bisa menavigasi perubahan dengan lebih percaya diri—dan pada akhirnya meraih keberhasilan yang berkelanjutan.

Bila anda membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan anda?  Semua itu bisa anda dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan karyawan dan pengembangan perusahaan sesuai kebutuhan organisasimu.

Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, banyak pelaku usaha menyadari pentingnya mengambil langkah strategis untuk mengembangkan bisnisnya. Salah satu langkah yang semakin populer dan terbukti efektif adalah menggandeng konsultan bisnis. Tapi, apa sebenarnya peran konsultan bisnis dalam pengembangan usaha, dan mengapa mereka disebut sebagai kunci strategis menuju kesuksesan?

Apa Itu Konsultan Bisnis?

Konsultan bisnis adalah profesional yang memberikan saran, strategi, dan solusi untuk membantu perusahaan meningkatkan kinerja, menyelesaikan masalah, dan mencapai tujuan bisnis. Mereka biasanya memiliki pengalaman mendalam di bidang manajemen, keuangan, pemasaran, atau pengembangan organisasi.

Peran Strategis Konsultan Bisnis dalam Pengembangan Usaha

1. Menganalisis Permasalahan Bisnis secara Objektif

Konsultan hadir sebagai pihak eksternal yang mampu melihat permasalahan dari sudut pandang yang objektif. Banyak pelaku usaha tidak menyadari hambatan utama dalam bisnisnya karena terlalu dekat dengan operasional harian. Konsultan bisnis membantu mengidentifikasi masalah inti dan memberikan solusi berdasarkan data dan analisis.

2. Menyusun Strategi Pengembangan Bisnis

Dengan pemahaman pasar dan tren industri, konsultan bisnis membantu menyusun strategi pengembangan usaha jangka pendek dan jangka panjang. Ini termasuk strategi pemasaran digital, ekspansi pasar, diversifikasi produk, hingga peningkatan efisiensi operasional.

3. Meningkatkan Efisiensi Operasional

Banyak bisnis terhambat karena operasional yang tidak efisien. Konsultan akan meninjau sistem yang ada, mengidentifikasi pemborosan waktu dan biaya, serta memberikan rekomendasi perbaikan proses kerja agar lebih produktif dan hemat biaya.

4. Membantu Transformasi Digital

Di era digital saat ini, banyak usaha perlu beradaptasi agar tetap relevan. Konsultan membantu dalam proses transformasi digital, mulai dari digital marketing, pemanfaatan software manajemen, hingga strategi penjualan online yang efektif.

5. Memberikan Pelatihan dan Pendampingan

Konsultan bisnis tidak hanya memberi arahan, tetapi juga mendampingi implementasinya. Mereka bisa melatih tim internal dan pelatihan karyawan agar mampu menjalankan strategi baru dan menjadi lebih adaptif terhadap perubahan.

Manfaat Menggunakan Jasa Konsultan Bisnis

  • Meningkatkan daya saing usaha

  • Meminimalkan risiko kegagalan dalam pengambilan keputusan

  • Menghemat waktu dan biaya dalam proses trial and error

  • Mempercepat pertumbuhan usaha secara terukur

  • Membantu fokus pada pengembangan inti bisnis

Kapan Harus Menggunakan Jasa Konsultan Bisnis?

  • Saat bisnis stagnan dan sulit berkembang

  • Ketika ingin memperluas pasar atau membuka cabang baru

  • Saat menghadapi perubahan besar, seperti merger atau digitalisasi

  • Ketika merasa strategi saat ini tidak lagi efektif

Konsultan bisnis bukan hanya penasihat, tapi mitra strategis yang bisa membawa usaha Anda ke tingkat yang lebih tinggi. Dengan keahlian dan perspektif eksternal yang mereka tawarkan, pengusaha bisa mengambil keputusan yang lebih tepat dan terarah.

Jika Anda ingin membawa bisnis ke level berikutnya, jangan ragu untuk mempertimbangkan jasa konsultan bisnis. Langkah kecil hari ini bisa menjadi lompatan besar untuk masa depan usaha Anda.

Bila anda membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan anda?  Semua itu bisa anda dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan karyawan dan pengembangan perusahaan sesuai kebutuhan organisasimu.

Dalam dunia bisnis yang kompetitif saat ini, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci utama untuk memastikan keberlangsungan dan pertumbuhan perusahaan. SDM yang berkualitas dan terlatih mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi kerja, dan inovasi dalam organisasi. Artikel ini membahas berbagai metode pengembangan SDM yang terbukti efektif dan bisa langsung diimplementasikan dalam lingkungan kerja Anda.

1. Pelatihan dan Workshop Berkala

Pelatihan karyawan adalah metode paling umum dalam pengembangan SDM. Program pelatihan berkala, baik secara internal maupun eksternal, mampu meningkatkan keterampilan teknis maupun soft skill karyawan.

Contoh:

  • Pelatihan leadership untuk calon manajer

  • Workshop komunikasi efektif

  • Pelatihan teknologi atau software terbaru sesuai bidang

2. Coaching dan Mentoring

Metode ini berfokus pada bimbingan langsung oleh mentor atau atasan kepada karyawan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan performa individu melalui pengalaman dan arahan yang personal.

Manfaat:

  • Mempercepat proses pembelajaran

  • Meningkatkan keterlibatan dan loyalitas karyawan

  • Menciptakan budaya kerja yang positif

3. Job Rotation dan Cross-Training

Metode ini melibatkan rotasi kerja di berbagai posisi untuk memperluas wawasan dan kemampuan karyawan dalam berbagai bidang. Ini sangat efektif dalam menciptakan karyawan yang fleksibel dan serba bisa.

Keunggulan:

  • Meningkatkan pemahaman lintas fungsi

  • Mengurangi kejenuhan kerja

  • Mempersiapkan karyawan menjadi pemimpin masa depan

4. E-Learning dan Pembelajaran Mandiri

Teknologi telah mempermudah pengembangan SDM melalui platform e-learning yang fleksibel dan dapat diakses kapan saja. Metode ini sangat cocok untuk perusahaan dengan sistem kerja hybrid atau remote.

Platform populer:

  • Coursera

  • Udemy

  • LinkedIn Learning

5. Peningkatan Kompetensi Melalui Sertifikasi

Mengikutsertakan karyawan dalam program sertifikasi profesional dapat meningkatkan keahlian mereka sekaligus meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata klien dan mitra bisnis.

Contoh Sertifikasi:

  • Sertifikasi HR (CHRP, PHR)

  • Sertifikasi Digital Marketing

  • Sertifikasi ISO

6. Assessment dan Evaluasi Berkala

Setiap program pengembangan SDM harus diikuti dengan evaluasi untuk menilai keberhasilan dan efektivitasnya. Gunakan tools seperti KPI, feedback 360 derajat, atau self-assessment.

 

Pengembangan SDM bukan hanya tentang meningkatkan kemampuan individu, tetapi juga tentang membangun keunggulan kompetitif jangka panjang bagi perusahaan. Dengan menerapkan metode yang tepat dan berkesinambungan, Anda tidak hanya akan meningkatkan kinerja tim, tetapi juga memperkuat posisi bisnis di pasar.

 

Bila anda membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan anda?  Semua itu bisa anda dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan karyawan dan pengembangan perusahaan sesuai kebutuhan organisasimu.

Dalam lingkungan pekerjaan ada berbagai hal yang akan Anda hadapi, satu di antaranya rekan kerja yang toxic dan karenanya, mengganggu. Rekan kerja toxic tidak hanya membuat suasana kerja di kantor menjadi tidak nyaman, tetapi juga terkadang bisa saja merugikan. Dia bisa menusuk kita dari belakang atau berupaya ‘meracuni’ pemikiran kita. Sebaiknya, Anda menghindari orang toxic. Pasalnya, orang-orang toxic selalu memiliki cara agar keinginan mereka kesampaian atau tindakan-tindakan mereka diterima orang lain.

Meski terkadang tidak mudah untuk menghindari rekan kerja yang toxic, kamu perlu menjauh darinya agar produktivitasmu tidak terganggu dengan racun-racun yang mereka bawa serta untuk menjaga kesehatan mentalmu. Lalu bagaimana scara menghadapi rekan kerja yang toxic dan penuh hal negatif agar pekerjaan kita tidak terganggu?

 

Berikut 4 cara menghadapi rekan kerja yang toxic di kantor:

  1. Datang Tepat Waktu

Ini menjadi satu di antara cara terbaik memulai hari dengan positif. Datang tepat waktu dan mulai mengerjakan tugas secara on time akan membuat waktu Anda lebih efisien. Tidak ada waktu untuk berinteraksi dengan rekan kerja toxic karena Anda dikejar hal yang lebih penting untuk dilakukan.

  1. Hindari Pergosipan

Ketika waktunya istirahat, jangan terlalu lama berkumpul dengan orang-orang yang sekiranya suka mengeluh, suka membicarakan kejelakan atasan, mengomentari penampilan sesama partner kerja, dan lain sebagainya. Daripada waktu Anda terbuang untuk mendengarkan racun, pamitlah dengan sopan dan kembalilah ke meja Anda.

 

  1. Kenali Lebih Dekat orang-orang yang Netral

Jika bisa, berkumpullah dengan orang-orang yang baik, yang tidak macam-macam topik pembicaraannya dan bersikap apa adanya. Sering kali Anda akan bertemu tipe-tipe orang yang penuh gengsi, namun selama mereka tidak saling menjatuhkan satu sama lain, tetap bergaullah dengan mereka.

 

  1. Fokus dengan Pekerjaan Sendiri

Pasti sangat melelahkan dan menguras energi menghadapi pekerjaan yang tidak sesuai dengan hati, apalagi dengan lingkungan sosial yang tidak sehat. Jangan beradaptasi dengan hal ini, sebaliknya, cari dan temukan pekerjaan yang cocok dan tidak membuat Anda tertekan menjalaninya. Lalu kerjakan dengan fokus agar perhatian Anda tidak teralihkan pada rekan kerja toxic dan racun-racun yang mereka bawa.

 

Demikian hal – hal mengenai 4 cara menghadapi rekan kerja toxic di kantor yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasimu.

Ketika seorang pelaku usaha memutuskan merekrut karyawan, tepat pada saat itulah ada tantangan baru yang mesti ditaklukkan. Sebab, mengelola sebuah usaha dengan sokongan karyawan akan berbeda dengan pengelolaan secara mandiri. Banyak hal baru yang harus dipelajari seputar karyawan. Yang tak boleh terlupakan tentunya cara menghitung gaji karyawan.

 

Gaji atau upah adalah komponen ketenagakerjaan yang diatur dalam Undang-Undang Cipta Kerja. Saat ini omnibus law yang memayungi sejumlah aturan itu sedang digodok ulang setelah dinyatakan “inkonstitusional bersyarat” oleh Mahkamah Konstitusi dalam sidang gugatan uji materi.

 

Dalam Undang-Undang Cipta Kerja disebutkan “hak pekerja/buruh atas upah timbul pada saat terjadi hubungan kerja antara pekerja/buruh dengan pengusaha dan berakhir pada saat putusnya hubungan kerja”. Maka semua karyawan berhak mendapatkan upah begitu menjalin hubungan kerja dengan pemilik usaha. Hak itu lepas setelah hubungan kerja berakhir.

 

Cara menghitung gaji karyawan pun didasari undang-undang itu. Berdasarkan Undang-Undang Cipta Kerja, penghitungan gaji harus mengacu pada peraturan pemerintah yang menetapkan upah minimum di daerah setempat. Artinya, pengusaha di suatu daerah tidak boleh memberikan gaji kepada karyawannya di bawah upah minimum daerah tersebut. Pemerintah juga mengatur komponen upah yang mencakup gaji pokok dan tunjangan tetap. Jumlah gaji pokok ditetapkan minimal 75 persen dari gaji pokok plus tunjangan tetap.

Cara Menentukan Gaji Pokok Karyawan

Karena gaji pokok diatur dalam undang-undang, pengusaha harus menetapkannya untuk karyawan. Adapun cara menentukan gaji pokok bisa menggunakan empat faktor penentu, yaitu aturan pengupahan, skala upah, gaji pasaran, dan kontribusi karyawan kepada perusahaan.

 

  1. Aturan Pengupahan

Ada setidaknya empat aturan tentang pengupahan yang harus dijadikan pedoman oleh pengusaha dalam menentukan gaji pokok karyawan, yaitu Undang-Undang Cipta Kerja peraturan pemerintah tentang pengupahan, peraturan pemerintah provinsi, dan peraturan pemerintah kota/kabupaten. Provinsi dan kota/kabupaten di sini mengacu pada daerah tempat domisili usaha.

Pemerintah daerah berwenang menerbitkan peraturan tentang upah minimum yang wajib ditaati semua pengusaha. Aturan ini diperbarui tiap tahun sesuai dengan kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan. Penetapan upah minimum adalah soal sensitif karena kerap diwarnai pertentangan antara kelompok pekerja dan pengusaha. Pengusaha harus cermat dalam mengikuti aturan pengupahan itu agar tidak terjadi masalah ketenagakerjaan yang bisa mendatangkan sanksi dan mengganggu jalannya usaha. Aturan ini juga mencakup pengecualian-pengecualian yang berlaku untuk jenis usaha tertentu, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

 

  1. Skala Upah

Menurut peraturan Menteri Ketenagakerjaan, skala upah adalah kisaran nilai nominal upah dari yang terendah hingga tertinggi untuk tiap golongan jabatan. Pemilik usaha mesti memegang data skala upah karyawannya. Dari data ini, gaji pokok setiap karyawan bisa ditetapkan sesuai dengan golongannya. Jangan sampai gaji itu jauh terlalu tinggi atau justru terlalu rendah dari skala upah. Sebab, ada risiko konflik sesama karyawan karena ketimpangan gaji sehingga produktivitas usaha pun terkena dampaknya.

 

  1. Gaji Pasaran

Dalam industri usaha umumnya terdapat informasi mengenai kisaran gaji pasaran pegawai untuk jenis pekerjaan dan jabatan yang serupa di tiap perusahaan. Anda dapat mengacu pada nilai gaji pasaran ini untuk menentukan gaji pokok karyawan.

Selain melihat industri yang sama, perhatikan daerah domisili perusahaan. Sebab, standar gaji di tiap daerah berbeda meski industrinya sama. Misalnya dalam industri kesehatan, gaji manajer pemasaran suatu produk kesehatan di Jakarta pasti berbeda dengan gaji pemegang jabatan yang sama di Yogyakarta. Gaji manajer di Jakarta biasanya lebih besar karena berbagai faktor, dari upah minimum hingga biaya hidup yang cenderung lebih tinggi daripada di Yogyakarta.

 

  1. Kontribusi Karyawan

Setiap karyawan diharapkan memberikan kontribusi semaksimal mungkin bagi perusahaan. Anda dapat menilai kontribusi itu dan mengonversinya menjadi nominal gaji pokok. Makin besar kontribusi, makin besar pula potensi karyawan itu mendapat gaji pokok lebih tinggi daripada karyawan lain.

Kontribusi juga didasari peran jabatan atau posisi yang diemban karyawan. Makin tinggi jabatan, gaji pokok pun semestinya makin besar karena ada tanggung jawab yang lebih besar untuk memberikan kontribusi kepada perusahaan.

 

Cara Menghitung Gaji Karyawan

Berdasarkan Undang-Undang Cipta Kerja, karyawan dapat direkrut dengan menggunakan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) dan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT). Perjanjian ini menentukan status karyawan dalam perusahaan. Karyawan yang dipekerjakan dengan PKWT umumnya menjadi pekerja harian, kontrak, atau honorer. Sedangkan karyawan yang bekerja dengan PKWTT merupakan pegawai tetap.

Karyawan PKWT bisa digaji secara bulanan ataupun harian dengan jumlah yang bisa bervariasi, sementara karyawan PKWTT umumnya mendapat gaji bulanan secara tetap. Jika memakai gaji bulanan, berarti karyawan menerima jumlah gaji yang sama tiap bulan berdasarkan perjanjian kerja.

 

  • Cara menghitung gaji karyawan harian

Adapun cara menghitung gaji karyawan secara harian cukup mudah. Tinggal kalikan upah harian dengan jumlah hari kerja karyawan tersebut. Misalnya X mendapat gaji harian sebagai buruh sebesar Rp 200.000. Pada Januari 2022, dia bekerja selama 14 hari. Maka gaji yang dia terima selama Januari sebesar Rp 200.000 x 14 hari = Rp 2.800.000.

 

  •     Cara menghitung gaji karyawan per jam

Gaji karyawan PKWTT juga bisa dihitung berdasarkan jam kerja bila jumlah jam kerjanya kurang dari 35 jam per minggu. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, gaji per jam adalah upah sebulan dibagi 126. Angka pembagi 126 didapatkan dari jumlah rata-rata jam kerja selama seminggu (29 jam) dikali jumlah minggu dalam setahun (52 minggu), lalu dibagi jumlah bulan dalam setahun (12 bulan).

Misalnya X memiliki gaji bulanan Rp 5.000.000. Pada Januari 2022, dia hanya bekerja kurang dari 35 jam dalam seminggu sehingga gajinya dihitung per jam. Jumlah gaji yang diterima X adalah Rp 5.000.000 : 126 = Rp 39.682 per jam.

 

  •    Cara menghitung gaji karyawan pro-rata

Ketika karyawan masuk kerja pada pertengahan bulan, dia tetap berhak menerima gaji seperti karyawan lain pada tanggal gajian. Tapi gajinya tidak penuh sebulan, melainkan dihitung dengan skema pro-rata sesuai dengan hari kerja menggunakan rumus jumlah hari kerja per bulan dibagi jumlah hari kerja karyawan dikalikan upah per bulan.

Contohnya X masuk kerja pada 15 Januari. Gajinya per bulan disepakati Rp 7.000.000 dengan waktu kerja 5 hari per minggu. Pada bulan itu ada 20 hari kerja dan X masuk kerja selama 11 hari. Maka gaji yang diterima Beni (11 : 20) x Rp 7.000.000 = Rp 3.850.000.

 

Sebagai catatan, penghitungan gaji di atas menggunakan skema sederhana gaji pokok. Di dalamnya belum tercakup komponen gaji lain seperti tunjangan tetap dan tidak tetap serta pajak penghasilan dan potongan lain.

 

Demikian hal – hal mengenai cara menghitung gaji karyawan yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan karyawan & program pengembangan bisnis sesuai kebutuhan organisasimu.