Tag Archive for: jasa pelatihan karyawan

Generation gap bisa disebut juga dengan istilah kesenjangan generasi. Istilah ini sebenarnya merujuk pada perbedaan opini yang terjadi antara satu generasi dengan generasi lainnya. Hal ini biasanya berkaitan dengan suatu keyakinan atau mungkin politik dan nilai lainnya. Kesenjangan generasi ini biasa terjadi antara kaum muda dan golongan orang yang lebih tua seperti misalnya orang tua ataupun golongan kakek dan nenek.

 

Kesenjangan ini sebenarnya sudah sering kita jumpai dimana saja. Termasuk pula di dunia kerja misalnya di sebuah perusahaan. Pada sebuah perusahaan bisa pula terjadi kesenjangan antara dua generasi misalnya generasi muda dan generasi tua.

 

Perbedaan pandangan dan nilai bisa saja mengakibatkan dua generasi ini saling bertentangan pendapat. Bila hal ini terus dibiarkan maka kondisi kerja bisa menjadi kacau. Oleh karena itu adanya kesenjangan di antara berbagai generasi ini tidak dapat disepelekan dan tidak dapat dibiarkan begitu saja. Justru hal ini haruslah diatasi sehingga kondisi kerja di perusahaan dapat semakin kondusif bagi para pekerja. Berikut kita bahas cara mengatasi generation gap!

 

  1. Memiliki target yang sesuai

Kebanyakan generasi muda umumnya terbiasa dengan kehidupan yang serba mudah dan praktis. Akibatnya kebanyakan generasi muda di zaman sekarang ini seringkali menginginkan kehidupan yang terkesan instan. Hal ini mengakibatkan generasi muda sekarang ini terbiasa memiliki rencana untuk jangka pendek saja.

Perencanaan biasanya dilakukan bukan untuk tujuan jangka panjang. Tentu saja hal ini berbeda dengan generasi tua yang selalu memikirkan rencana untuk dapat mencapai tujuan jangka panjang. Oleh karena itu perusahaan dapat membuat sistem kerja partner agar generasi muda bisa turut mengubah mindset hingga memiliki perencanaan matang. Setidaknya mindset yang dimiliki haruslah bertujuan untuk mencapai target jangka panjang.

 

  1. Menghindari generation gap melalui komunikasi

Kesenjangan generasi yang ada pada suatu perusahaan memang perlu untuk diatasi agar tidak terjadi secara berlarut-larut. Untuk mengatasinya maka perusahaan bisa menganjurkan para karyawan untuk dapat saling berkomunikasi antara yang satu dengan yang lain. Bahkan sebisa mungkin komunikasi ini dapat terjalin dengan baik walaupun berbeda generasi. Artinya antara generasi muda dengan generasi tua bisa saling menjalin komunikasi secara baik dan tidak berkendala.

Perusahaan juga bisa mengadakan komunikasi terbuka. Misalnya saja dengan cara mengadakan gathering atau bisa juga mengadakan rapat yang melibatkan generasi mmuda dan generasi tua di perusahaan. Tentunya hal ini akan memberikan dampak yang baik bagi perusahaan. Sebab komunikasi yang terjalin secara lancar di antara seluruh pekerja dapat membuat suasana kerja menjadi harmonis.

 

  1. Mengemukakan ide yang tepat

Seringkali ide atau pendapat hanya dilontarkan oleh generasi tua. Hal ini berkaitan dengan adanya anggapan bahwa generasi tua lebih memahami sebuah proses. Hal ini juga berkaitan dengan adnaya anggapan bahwa generasi tua memilikipengalaman yang lebih banyak sehingga berbagai masukannya bisa saja tepat.

Namun sebenarnya generasi muda perlu diberi wkatu dan tempat untukbisa mengemukakan ide atau pendapatnya. Sebab umumnya generasi muda merupakan generasi yang penuh dengan ide cemerlang. Segala idenya bisa saja kreatif dan inovatif. Oleh karena itu perusahaan perlu menerima berbagai masukan dan saran dari dua generasi yang berbeda ini. Mungkin saja pendapat dari generasi muda bisa menjadi saran yang sangat baik untuk perkembangan perusahaan Anda.

 

  1. Mengoptimalkan teknologi generation gap

Di era digital seperti sekarang ini rupanya setiap proses operasional perusahaan tidak luput dari peran media elektronik. Tidak hanya media elektronik saja tetapi perkembangan perusahaan juga diiringi dengan adanya perkembangan teknologi yang digunakan di dalamnya.

Oleh karena itu baik generasi muda maupun generasi tua sebaiknya sama-sama dianjurkan untuk dapat memaksimalkan penggunaan teknologi yang ada. Bahkan sebaiknya setiap pekerja dapat menggunakan teknologi yang ada di perusahaan secara optimal. Jika memang ada karyawan yang mengalami kesulitan maka perusahaan bisa mengadakan pelatihan secara khusus untuk karyawan tersebut. Maka nantinya tiap karyawna akan menjadi mahir dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi di perusahaan.

 

Demikian hal – hal mengenai 4 cara perusahaan dalam mengatasi generation gap yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pengembangan perusahaan & pelatihan karyawan sesuai kebutuhan organisasimu.

Quiet quitting adalah istilah untuk menggambarkan kebiasaan seseorang yang bekerja sesuai porsinya. Mereka yang melakukan quiet quitting tidak segan menolak pekerjaan di luar job description serta tidak ingin bekerja di luar jam kerja, meskipun hanya membuka dan membalas pesan atau email.

 

Terkadang, orang-orang yang menerapkan quiet quitting juga enggan bekerja dengan performa yang maksimal dan tidak ada keinginan untuk mengejar karir.

Ada banyak alasan mengapa seseorang melakukan quiet quitting, antara lain:

  1. Kegagalan dan kekecewaan di tempat kerja, seperti tidak mendapatkan promosi serta kurangnya apresiasi atau upah
  2. Rekan kerja yang toxic
  3. Kelelahan karena beban kerja yang banyak
  4. Takut dilimpahkan pekerjaan tambahan
  5. Bosan melakukan pekerjaan yang itu-itu saja
  6. Merasa kurang punya waktu luang untuk kehidupan pribadi
  7. Berpikir bahwa bekerja hanya akan membuat perusahaan kaya, tetapi tidak dengan dirinya

 

Demikian hal – hal mengenai penyebab quiet quitting dalam team pada perusahaan yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan & pelatihan karyawan sesuai kebutuhan organisasimu.

Performa karyawan sangatlah berpengaruh bagi kesuksesan sebuah perusahaan. Performa atau kinerja karyawan yang bagus akan berbanding lurus dengan hasil kerjanya dan itu akan membantu dalam perkembangan bisnis perusahaan. Sebaliknya, kinerja yang buruk juga akan memiliki dampak yang buruk juga pada perusahaan.

 

Performa karyawan ini akan menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi seorang HR. Karena performa karyawan sendiri sering mengalami peningkatan dan penurunan mengingat karyawan juga manusia biasa. Maka dari itu, sudah menjadi tugas seorang HR untuk meningkatkan dan menjaga performa kerja karyawannya.

 

Berikut cara perusahaan meningkatkan performa kerja karyawan:

  1. Transparansi dalam performance appraisal

Selain diakibatkan kurang mumpuni skill yang dimiliki seorang karyawan, menurunnya performa karyawan juga dapat dipengaruhi oleh kesalahan sistem performance appraisal atau penilaian kinerja. Masih banyak perusahaan yang menerapkan sistem penilaian kinerja tertutup. Yang artinya, karyawan tidak dapat mengetahui bagaimana detail dari penilaian kinerja mereka.

  1. Memenuhi hak karyawan

Hak-hak karyawan yang dimaksud meliputi gaji dan kenaikannya tiap tahun, Tunjangan Hari Raya, tunjangan kesehatan, komunikasi, dan lain-lain sesuai kesepakatan dalam kontrak kerja. Jangan sampai terjadi Anda lalai memberikannya karena lupa. Misalnya, Ina karyawan baru di sebuah perusahaan dijanjikan mendapatkan tunjangan BPJS Kesehatan dari perusahaan. Namun hingga 3 bulan bekerja, masih juga belum didaftarkan. Akibatnya ia jadi tidak semangat dalam bekerja.

 

  1. Memberikan reward dan punishment

Pemberian reward dan punishment merupakan salah satu cara meningkatkan kinerja karyawan yang mudah namun efektif. Apabila seorang karyawan kinerjanya unggul atau menghasilkan profit besar bagi perusahaan, tidak ada salahnya diberi penghargaan. Apresiasi semacam ini jelas akan memotivasi mereka untuk meningkatkan kinerja.

Bentuk reward bisa berupa jalan-jalan baik ke luar negeri maupun dalam negeri, bonus berupa uang, atau perhiasan. Namun ada kalanya penghargaan tidak perlu terlalu personal atau berharga mahal. Misalnya berikan satu voucher belanja atau kue bila karyawan mencapai target atau memberikan keuntungan bagi perusahaan.

 

  1. Menawarkan jenjang karir

Selain bonus dan kenaikan gaji, jenjang karir juga bisa menjadi motivasi seorang karyawan untuk meningkatkan kinerjanya. Pemberian jenjang karir yang disertai dengan kenaikan gaji atau peningkatan insentif lainnya tentu akan membuat karyawan semakin termotivasi. Dengan begitu karyawan akan lebih semangat bekerja agar segera meraih jenjang karir yang lebih tinggi. Akan tetapi jika perusahaan tidak menerapkan karir yang berjenjang atau jenjang karir yang tidak jelas, maka kemungkinan besar karyawan akan kehilangan motivasi kerja dan bisa saja mereka akan mencari peluang karir di tempat lain.

 

  1. Memberikan training dan pelatihan

Ada saat skill karyawan harus ditingkatkan lagi seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi yang ada. Maka perusahaan perlu mengadakan training dan pelatihan guna meningkatkan kinerja karyawan. Training dan pelatihan ini diharapkan dapat menyegarkan dan menambah wawasan berpikir para karyawan.

 

Demikian hal – hal mengenai cara perusahaan dalam meningkatkan performa kerja karyawan yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan dan pelatihan karyawan sesuai kebutuhan organisasimu.