Setiap karyawan memiliki permasalahannya masing-masing, dan masalah tersebut dapat berdampak pada kinerja karyawan. Sangatlah penting untuk HR bersikap terbuka, agar karyawan mau berbagi cerita dan mendengarkan solusi dari Anda. Keterpercayaan sosok HR sebagai problem-solver juga bisa digunakan untuk mendapatkan input tentang keluhan karyawan. Dari komplain, isu, atau peristiwa tidak menyenangkan yang dialami oleh karyawan, HR dapat membuat program sumber daya manusia yang lebih terarah. Selain itu, jika masalah karyawan selalu terselesaikan dengan baik, produktivitas karyawan juga akan meningkat.

Berikut beberapa keluhan karyawan yang kerap terjadi di berbagai perusahaan:

  1. Tantangan antarpribadi dengan rekan kerja atau atasan

Dengan latar belakang dan kepribadian yang beragam, sangatlah wajar jika terjadi percikan dalam hubungan kerja. Yang menjadi masalah karyawan adalah ketika hal tersebut mempengaruhi kinerja. HR harus dapat membantu karyawan memilah antara permasalahan profesional atau pribadi, dan membantu mereka dalam menyikapi masalah dengan lebih tepat.

 

  1. Target performa kerja

Mungkin Anda menemui karyawan yang tidak pernah mencapai produktivitas sebagaimana yang diharapkan. Cobalah Anda ajak ia berdiskusi karena kadang hal ini bukan disebabkan oleh ketidakmampuan pribadi, melainkan faktor-faktor dari lingkungan kerja.

 

  1. Ketidakselarasan antara jabatan dan job description

Setelah HR melakukan rekrutmen karyawan dan menempatkan seorang karyawan di departemen yang dirasa cocok, ternyata ia merasakan ketidaksesuaian antara ekspektasi dan realita. Hal ini dapat menghambat prestasinya.

 

  1. Pengajuan cuti yang berbelit

Cuti merupakan hak karyawan yang sudah memenuhi syarat dan ketentuan. Selain itu, perusahaan juga mendapatkan banyak keuntungan dari cuti karyawan. Mudahkan pengajuan cuti karyawan di perusahaan Anda dengan HRIS online seperti Gadjian yang dapat melakukan dokumentasi dan perhitungan cuti.

 

  1. Jenjang karir dan perkembangannya

Sebagian karyawan memiliki concern lebih terhadap peningkatan karir mereka. Bahkan mereka dapat dengan ‘mudah’ mengundurkan diri (resign) dari perusahaan yang tidak menawarkan jenjang karir yang jelas. Sebelum Anda kehilangan best talent, pastikan Anda sudah memiliki program untuk mengantisipasi hal ini.

 

  1. Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan

Generasi millennial umumnya lebih senang bekerja pada perusahaan yang menghargai waktu yang mereka miliki. Keluhan karyawan akan muncul ketika tuntutan lembur tidak dikelola dengan baik, sehingga mereka merasa tidak memiliki ‘kehidupan’ di luar pekerjaan.

 

Demikian hal – hal mengenai 6 contoh keluhan karyawan pada management yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasimu.

Seorang manajer wajib memiliki keterampilan dasar dalam manajemen bisnis agar mampu mengelola dan memotivasi timnya secara efektif. Peran utama dari seorang manajer di setiap organisasi maupun perusahaan adalah untuk memimpin, memotivasi, mendukung dan mendorong karyawan untuk mau bekerja sama mencapai tujuan perusahaan.

 

Berikut 5 keterampilan manajer yang wajib dimiliki:

  1. Conceptional Skill

Seorang manajer khususnya manajer tingkat atas (top manager) wajib memiliki keterampilan manajer untuk menyusun perencanaan strategis, konsep, ide dan gagasan demi kemajuan organisasi. Kemudian Anda harus mampu menjabarkannya kepada seluruh tim dengan detail agar mampu menjadi suatu rencana kegiatan dengan tujuan mewujudkan gagasan tersebut.

  1. Humanity Skill

Selain keterampilan konsepsional, manajer juga harus memiliki keterampilan berkomunikasi atau yang ada hubunagnnya dengan orang lain. Komunikasi persuasif harus selalu diterapkan oleh manajer terhadap tim nya. Dengan komunikasi persuasif dan bersahabat, tim akan merasa dihargai dan mereka akan bersikap terbuka pada Anda.

 

  1. Technical Skill

Keterampilan ini mengacu pada kemampuan Anda sebagai manajer untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu yang berkaitan pada hal-hal teknis.

 

  1. Time Management Skill

Seorang manajer harus mampu mengelola waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Setiap menit yang terbuang sia-sia akan sangat merugikan perusahaan. Waktu adalah aset yang sangat berharga, oleh karenanya manajer harus mampu mengelolanya dengan sangat baik agar produktivitas perusahaan tetap berjalan baik.

 

  1. Making Decision Skill

Keterampilan manajer yang terakhir adalah mampu mendefinisikan masalah dan menentukan cara terabik dalam mengatasinya. Ini adalah keterampilan yang utama yang harus dimiliki oleh seorang top manager.

 

Jadilah manajer ekselen dengan menguasai 5 keterampilan dasar tersebut. Dengan begitu, Anda akan mampu menumbuhkembangkan perusahaan dan tim akan selalu memberikan performa terbaik di setiap pekerjaan mereka untuk meraih tujuan bersama perusahaan.

 

Demikian hal – hal mengenai 5 skill yang wajib dimiliki seorang manajer yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan karyawan & program pengembangan bisnis sesuai kebutuhan organisasimu.

Memulai sebuah bisnis restoran memang memiliki tantangan tersendiri. Salah satu kunci keberhasilan dari bisnis restoran terlihat dari keluhan konsumen yang merasa senang dan datang kembali membawa teman-temannya. Maka dari itu, untuk memastikan bisnis restoran ini dapat berjalan memang dibutuhkan seluruh tim mulai dari manajemen sampai staf harus berkomitmen dalam kepuasan konsumen.

 

Berikut ini beberapa keluhan konsumen pada bisnis restoran yang sering terjadi yang perlu kamu ketahui:

  1. Daftar Menu Tidak Ada Gambar dan Cantum Harga

Tidak ada salahnya dalam membangun bisnis restoran tentunya juga memastikan foto menu yang ingin dijual dan dihidangkan dapat menarik selera customer untuk membelinya serta memiliki kesesuain harga. Coba untuk menggunakkan jasa fotografer dan editor photo food promo yang proper sehingga tidak hanya mampu menarik customer, tetapi juga mampun meningkatkan penjualan makanan pada restoran

 

  1. Restoran Tidak Bersih, Peralatan Makan yang Kotor

Salah satu keluhan konsumen lainnya yang umum sering ditemukan adalah konsumen menemukan benda asing di dalam makanan seperti serangga, rambut, pecahan batu, serabut pembersih, dan lainnya. Faktor kebersihan bisa disebabkan beberapa faktor seperti kurangnya quality control dari bagian dapur sebelum makanan diantar ke meja konsumen.

Serta, sistem pencucian peralatan dan bahan masakan yang kurang baik dari dapur. Keluhan konsumen mengenai kebersihan makanan memang jarang diperhatikan oleh pemilik restoran.

Apalagi kalau pemilik restoran yang hanya berpikir bisnis saja, tanpa perhatikan faktor kesehatan makanan yang dijual. Restoran yang tidak bersih termasuk mencerminkan kalau pemilik restoran tidak rajin dalam mengontrol ditambah anak staff cuek.

 

  1. Rasa Makanan Tidak Standar dan Konsisten

Hal yang dicari oleh konsumen saat mengunjungi tempat makan adalah bisa menikmati rasa makanan yang memuaskan mereka. Tidak hanya menjual suasana tempat makan, namun rasa makan di nomor duakan. Rasa makanan yang tidak standar bisa mengakibatkan makanan menjadi terlalu manis, terlalu asam, bahkan tidak ada rasa yang membuat konsumen senang.

 

  1. Pesanan Makanan Salah Antar

Tentu kalian juga pernah mengalami bagaimana ketidaksiapan waiter dalam mengantar makanan. Bisa jadi beberapa kali waiter mengantarkan makanan yang keliru. Waiter bisa saja tidak fokus saat kerja sehingga salah mengantar pesanan ke meja tamu. Akhirnya pesanan makanan kita jadi lebih lama keluar, apalagi kalau meja tamu tidak dilengkapi dengan nomor meja sehingga sulit dihafal oleh waiter yang masih baru.

 

  1. Staff Tidak Ramah

Hospitality dalam bisnis kuliner merupakan hal utama. Tak jarang orang bisa beralih ke tempat lain karena merasa hospitality yang didapat kurang ramah dan nyaman. Entah karena karyawan yang mungkin cukup lambat buat melayani tamu di meja tertentu. Tamu yang dibuat harus menunggu terlalu lama, akhirnya merasa kesal karena merasa tidak mendapat pelayanan maksimal.

 

Demikian hal – hal mengenai 5 komplain customer di restoran yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan karyawan & program pengembangan perusahaan sesuai kebutuhan bisnismu.

Toxic work environment berpeluang terjadi pada setiap perusahaan, baik itu skala kecil atau skala besar. Apabila hal tersebut terjadi maka akan menyebabkan dampak kurang baik bagi para pekerja.

Mereka bisa merasakan stres setiap harinya sehingga karyawan merasa waktunya begitu buruk saat di tempat kerja. Sebagai contoh dari hal ini adalah seorang manajer yang menekan anak buahnya pada sebuah proyek tertentu. Selain itu, kesenjangan komunikasi yang terjadi antara karyawan dan manajemen juga bisa membuat tempat kerja menjadi tidak nyaman. Kejadian inilah yang seringkali disebut dengan toxic work environment.

 

Apa Itu Toxic Work Environment?

Di saat para pekerja sebuah perusahaan membuat perbedaan dalam hidupmu, maka tempat kerja tersebut bisa disebut bagai toxic work. Salah satu jenis gangguan yang sering muncul di dunia kerja ini bisa mengganggu kesehatan fisikmu.

Selain itu, juga bisa membuat kesulitan tidur, perasaan terus waspada hingga jantung berdebar kencang terus menerus. Kondisi ini harus diatasi secepat mungkin, jika terus dibiarkan maka produktivitas kerja karyawan akan mengalami penurunan yang signifikan.

 

Apa Saja Tanda Toxic Work Environment?

Ada sejumlah pertanda sebuah perusahaan menjadi toxic work yang penting untuk diketahui dan dipahami tentunya. Jadi simak penjelasn sebagai berikut:

 

  1. Stress kronis

Toxic work environment pertama ditandai stress kronis seringkali ditandai dengan rasa lelah pada saat Anda bangun di pagi hari. Berdasarkan sebuah penelitian hampir 42 persen orang Amerika memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena terlalu stress.

  1. Terlalu banyak bekerja

Survei yang baru saja dilakukan Families and Work, menemukan bukti bahwa ada 43 persen karyawan yang merasa kesal bahkan sering marah kepada atasannya secara diam-diam. Hal ini tidak lain karena mereka menerima porsi kerja yang terlalu banyak.

  1. Sering kali dibully

Toxic work environment juga sering kali ditandai adanya pembulian atau intimidasi. Masalah ini banyak dialami para karyawan dan tidak terselesaikan dengan baik. Bully akan membuat seseorang merasa terbebani, takut dan terancam saat menuju tempat kerja sehingga cemas dan tidak nyaman.

  1. Bergosip di kantor

Desas-desus berita yang dibicarakan oleh rekan kerja soal diri Anda mungkin akan sangat mengganggu. Terlebih obrolan itu belum tentu kebenarannya. Kondisi ini membuat komunikasi menjadi negative dan berdampak buruk pada hubungan setiap rekan kerja.

  1. Bos pemarah

Seorang atasan yang sering kali meluapkan amarahnya di depan karyawan merupakan pertanda toxic work. Harusnya seorang atasan bersikap bijak, mengayomi dengan jabatan tingginya. Jadi juga harus menunjukan moral baik sehingga dihormati oleh para karyawannya.

 

Apa Penyebab Toxic Work Environment?

Pertanyaan penyebab tempat kerja toxic serta bagaimana cara mengatasinya memang sering kali terdengar. Sebenarnya setiap orang yang bekerja di sebuah perusahaan tetap berpeluang membuat lingkungan kerja toxic.

 

Baik itu seorang manajer, kolega hingga karyawan bawah. Gosip atau desas-desus yang cepat menyebar juga tekanan pekerjaan atau rekan kerja menjadi permasalahan besar hingga membuat kamu merasa tidak tenang. Sebagai pencegahan atau solusi toxic work environment, maka organisasi perusahaan harus selalu melakukan komunikasi dengan seluruh karyawan dan bertindak tegas atas pelanggaran moral sehingga setiap karyawan atau atasan mampu menjaga etikanya.

 

Bagaimana Mengatasi Toxic Work Environment?

Setiap masalah selalu ada solusi sebagai jalan keluarnya, termasuk mengatasi lingkungan kerja toxic. Cara mengatasinya adalah sebagai berikut:

 

  1. Mengakui adanya masalah

Cara mengatasi toxic work environment pertama setiap orang harus menyadari adanya masalah, sehingga mereka bisa terbuka dan mencari bersama-sama apa solusi paling tepat. Seorang pemimpin sudah seharusnya berdiskusi dengan karyawan mengenai masalah yang tengah dihadapi, sehingga komunikasi negative bisa hilang.

  1. Harapan yang lebih spesifik

Organisasi perusahaan perlu menekankan bahwa tidak akan mentolerir sikap diskriminasi, gossip atau pengucilan karyawan. Bentuk harapan harus selalu ada perubahan dan itu wajib di taati semua orang.

  1. Penghargaan dan pengakuan

Penghargaan dan pengakuan yang diabaikan oleh perusahaan berpeluang besar membuat lingkungan kerja toxic. Untuk itu dua program tersebut harus selalu dijalankan secara adil sehingga karyawan bisa lebih loyal, produktif dan bertindak positif.

 

Demikian hal – hal mengenai tips mengatasi toxic work environment yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and  development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi kamu.

Setiap orang yang bekerja pasti pernah merasakan stres. Stres di tempat kerja didasari oleh berbagai faktor, seperti pekerjaan yang tidak ada habisnya, beban kerja, dan lingkungan kerja yang kurang nyaman. Kamu harus mengetahui bagaimana cara mengatasi stres kerja agar tetap sehat baik secara fisik maupun mental.

World Health Organization (WHO) mengklasifikasikan stres di tempat kerja (burnout) sebagai sindrom. Dalam International Classification of Diseases, burnout merupakan suatu sindrom yang dikonseptualisasi sebagai hasil dari stres kronis di tempat kerja yang tidak dikelola dengan baik.

 

Orang yang mengalami burnout besar kemungkinan disebabkan oleh beberapa hal berikut:

  1. SDM yang kurang
  2. Ketidakmampuan untuk mengatur aspek pekerjaan (beban kerja, pembagian tugas, dan jadwal) sehingga menyebabkan kelelahan
  3. Merasa terintimidasi dan di-bully oleh rekan kerja
  4. Pekerjaan yang monoton dan target yang over
  5. Lingkungan yang kurang support
  6. Kesenjangan antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan
  7. Komunikasi dalam lingkungan pekerjaan yang kurang terbuka

 

Department of Health & Human Services, State Government of Victoria, Australia mengatakan bahwa stres karena pekerjaan bisa menimbulkan gejala perilaku, yaitu:

  1. Penurunan kinerja
  2. Kreativitas dan inisiatif yang berkurang
  3. Perubahan suasana hati
  4. Munculnya masalah interpersonal
  5. Tidak sabar
  6. Sering sakit
  7. Kehilangan minat banyak hal
  8. Lebih suka menyendiri

 

Cara Mengatasi Stres di Tempat Kerja

Sebelum burnout memberi dampak negatif yang lebih besar, maka alangkah baiknya kamu mengikuti beberapa cara mengatasi stres di tempat kerja di bawah ini untuk mengatasinya:

 

  1. Kenali Batas Kemampuan

Mengenali batas kemampuan kamu dalam melaksanakan pekerjaan adalah penting untuk dilakukan. Kalau sudah mengenalnya dengan baik, maka kamu bisa mengoptimalkan waktu yang dibutuhkan dan strategi yang harus dilaksanakan agar pekerjaan dapat terselesaikan dengan baik serta menghindari kelelahan berlebihan.

 

  1. Sharing dengan Rekan Kerja

Buka obrolan dan sharing dengan rekan dapat menciptakan suasana kerja yang lebih positif. Dengan bersikap positif dan optimis, kamu bisa rileks sejenak dan suasana kerja akan terasa lebih nyaman.

 

  1. Lupakan Pekerjaan Sejenak

Beban dan target pekerjaan tidak jarang membuat orang menjadi stres. Boleh banget kok kamu mencari hiburan yang bisa membuat pikiran dan tenagamu kembali pulih, seperti menonton film, karaoke, berkebun, bermain dengan hewan peliharan, dan masih banyak lagi.

 

  1. Jaga Pola Hidup

Beban pekerjaan kerap membuat kita lupa untuk menjalani gaya hidup sehat. Menurut Mayo Clinic, istirahat yang cukup, konsumsi vitamin dan makanan bergizi serta berolahraga dapat membantu melindungi kesehatan fisik dan mental dari stres pekerjaan.

 

  1. Lakukan Mindfulness

Mindfulness adalah ketika kamu sadar dan fokus pada momen yang sedang kamu alami tanpa adanya interpretasi. Secara garis besar, teknik yang dilakukan saat mindfulness adalah sebagai berikut:

  1. Duduk dengan posisi senyaman yang didapat
  2. Bernafaslah seperti biasa
  3. Coba untuk fokus merasakan setiap tarikan dan hembusan nafas

 

Demikian hal – hal mengenai cara mengatasi stres kerja yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and  development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan karyawan & program pengembangan bisnis sesuai kebutuhan organisasi kamu.