Toxic work environment berpeluang terjadi pada setiap perusahaan, baik itu skala kecil atau skala besar. Apabila hal tersebut terjadi maka akan menyebabkan dampak kurang baik bagi para pekerja.

Mereka bisa merasakan stres setiap harinya sehingga karyawan merasa waktunya begitu buruk saat di tempat kerja. Sebagai contoh dari hal ini adalah seorang manajer yang menekan anak buahnya pada sebuah proyek tertentu. Selain itu, kesenjangan komunikasi yang terjadi antara karyawan dan manajemen juga bisa membuat tempat kerja menjadi tidak nyaman. Kejadian inilah yang seringkali disebut dengan toxic work environment.

 

Apa Itu Toxic Work Environment?

Di saat para pekerja sebuah perusahaan membuat perbedaan dalam hidupmu, maka tempat kerja tersebut bisa disebut bagai toxic work. Salah satu jenis gangguan yang sering muncul di dunia kerja ini bisa mengganggu kesehatan fisikmu.

Selain itu, juga bisa membuat kesulitan tidur, perasaan terus waspada hingga jantung berdebar kencang terus menerus. Kondisi ini harus diatasi secepat mungkin, jika terus dibiarkan maka produktivitas kerja karyawan akan mengalami penurunan yang signifikan.

 

Apa Saja Tanda Toxic Work Environment?

Ada sejumlah pertanda sebuah perusahaan menjadi toxic work yang penting untuk diketahui dan dipahami tentunya. Jadi simak penjelasn sebagai berikut:

 

  1. Stress kronis

Toxic work environment pertama ditandai stress kronis seringkali ditandai dengan rasa lelah pada saat Anda bangun di pagi hari. Berdasarkan sebuah penelitian hampir 42 persen orang Amerika memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena terlalu stress.

  1. Terlalu banyak bekerja

Survei yang baru saja dilakukan Families and Work, menemukan bukti bahwa ada 43 persen karyawan yang merasa kesal bahkan sering marah kepada atasannya secara diam-diam. Hal ini tidak lain karena mereka menerima porsi kerja yang terlalu banyak.

  1. Sering kali dibully

Toxic work environment juga sering kali ditandai adanya pembulian atau intimidasi. Masalah ini banyak dialami para karyawan dan tidak terselesaikan dengan baik. Bully akan membuat seseorang merasa terbebani, takut dan terancam saat menuju tempat kerja sehingga cemas dan tidak nyaman.

  1. Bergosip di kantor

Desas-desus berita yang dibicarakan oleh rekan kerja soal diri Anda mungkin akan sangat mengganggu. Terlebih obrolan itu belum tentu kebenarannya. Kondisi ini membuat komunikasi menjadi negative dan berdampak buruk pada hubungan setiap rekan kerja.

  1. Bos pemarah

Seorang atasan yang sering kali meluapkan amarahnya di depan karyawan merupakan pertanda toxic work. Harusnya seorang atasan bersikap bijak, mengayomi dengan jabatan tingginya. Jadi juga harus menunjukan moral baik sehingga dihormati oleh para karyawannya.

 

Apa Penyebab Toxic Work Environment?

Pertanyaan penyebab tempat kerja toxic serta bagaimana cara mengatasinya memang sering kali terdengar. Sebenarnya setiap orang yang bekerja di sebuah perusahaan tetap berpeluang membuat lingkungan kerja toxic.

 

Baik itu seorang manajer, kolega hingga karyawan bawah. Gosip atau desas-desus yang cepat menyebar juga tekanan pekerjaan atau rekan kerja menjadi permasalahan besar hingga membuat kamu merasa tidak tenang. Sebagai pencegahan atau solusi toxic work environment, maka organisasi perusahaan harus selalu melakukan komunikasi dengan seluruh karyawan dan bertindak tegas atas pelanggaran moral sehingga setiap karyawan atau atasan mampu menjaga etikanya.

 

Bagaimana Mengatasi Toxic Work Environment?

Setiap masalah selalu ada solusi sebagai jalan keluarnya, termasuk mengatasi lingkungan kerja toxic. Cara mengatasinya adalah sebagai berikut:

 

  1. Mengakui adanya masalah

Cara mengatasi toxic work environment pertama setiap orang harus menyadari adanya masalah, sehingga mereka bisa terbuka dan mencari bersama-sama apa solusi paling tepat. Seorang pemimpin sudah seharusnya berdiskusi dengan karyawan mengenai masalah yang tengah dihadapi, sehingga komunikasi negative bisa hilang.

  1. Harapan yang lebih spesifik

Organisasi perusahaan perlu menekankan bahwa tidak akan mentolerir sikap diskriminasi, gossip atau pengucilan karyawan. Bentuk harapan harus selalu ada perubahan dan itu wajib di taati semua orang.

  1. Penghargaan dan pengakuan

Penghargaan dan pengakuan yang diabaikan oleh perusahaan berpeluang besar membuat lingkungan kerja toxic. Untuk itu dua program tersebut harus selalu dijalankan secara adil sehingga karyawan bisa lebih loyal, produktif dan bertindak positif.

 

Demikian hal – hal mengenai tips mengatasi toxic work environment yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and  development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi kamu.

Apa yang diperlukan sih dalam berbisnis bersama pasangan? Kita memerlukan ketrampilan bisnis yang saling melengkapi, kemampuan memisahkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, dan kapasitas untuk menghabiskan waktu lama bersama pasangan.

 

Berapa lama persiapan yang diperlukan: Sisihkan waktu untuk menyusun rencana bisnis yang mantap, susunlah kontrak yang diperlukan, atau kontrak kemitraan, dan pikirkan masak-masak segi logistiknya. “Bila kita tidak bisa menyusun rencana bisnis bersama-sama dan tidak sepakat tentang apa yang dilakukan, maka itu mungkin merupakan sinyal jelas bahwa langkah tersebut tidak akan membuahkan hasil,” kata Simmons.

 

  1. Rencanakan

“Bila kita mendengarkan para penasehat keuangan, penasehat hukum dan penasehat psikologi, mereka biasanya menyarankan agar kita duduk dan menyusun garis besar tentang bagaimana rencana kita bisa berhasil, berapa biaya yang harus dikeluarkan,” kata Kathy Marshack, PhD, psikolog di Oregon, Amerika Serikat dan penulis Entrepreneurial Couples. Bila kita adalah pasangan muda yang belum memiliki anak, apakah kita berencana mempunyai anak? Dan bagaimana hal itu akan mempengaruhi bisnis bersama?

 

  1. Siapkan strategi alternatif

“Ini adalah satu hal yang tidak dibicarakan pasangan di waktu awal karena kita bersemangat,” jelas Simmons. “Tetapi kalau hubungan kandas atau berakhir dengan perceraian, siapa yang mempunyai usaha itu? Apakah tetap akan menjalankannya bersama-sama? Apa yang terjadi? “Demikian juga, bagaimana kalau usaha tidak berhasil? Ini harus dijabarkan dalam tulisan sehingga tidak timbul masalah tentang bagaimana seharusnya apabila mengalami kegagalan, baik itu bisnis atau pun hubungan.

 

  1. Anggap resmi

Perlakukanlah pengaturan bisnis ini secara serius. “Bila kita duduk dan mengatakan, ‘Hi, mari kita tuangkan ini ke dalam kontrak bisnis, “maka hal itu mengajak otak berpikir tentang apa yang dapat terjadi yang seharusnya direncanakan,” kata Marshack. “Ini mencegah kesulitan di masa datang.”

 

  1. Ketahui ketrampilan bisnismu

Pasangan kadang-kadang langsung terjun ke binis karena mereka menyukai gagasan berbisnis, saling mencintai dan mereka bersemangat untuk membuatnya berhasil-tetapi mereka belum memikirkan masak-masak. “Mereka berpikir, ‘Bukankah akan menyenangkan untuk bekerja bersama-sama?'” kata Marshack. “Saya tahu ada pemilik-pemilik usaha kecil yang tidak bisa memahami laporan keuntungan dan kerugian, dan itu tidak baik. Kita memerlukan ketrampilan bisnis.”

 

  1. Bagi tanggung jawab

“Tetapkan peran dengan jelas yang tidak tumpang tindih, berdasarkan kelebihan dan kekurangan,” kata Bowman. Sebagai contoh, salah satu pasangan memegang keuangan perusahaan sementara yang satu lagi merancang produk. Kita akan lebih berhasil dan lebih bahagia apabila kita tidak bersaing mengerjakan tugas-tugas yang sama.

 

  1. Tinggalkan pekerjaan di kantor

Pisahkan pekerjaan dengan kehidupan pribadi. Di rumah, pastikan kita memperlakukan satu sama lain sebagai pasangan romantis bukan kolega kerja. “Saya bisa sangat bersemangat,” ujar Hendershott, yang bekerja bersama suaminya. “Kami saling memeluk, dan sekarang kami pasangan suami istri lagi dan dengan sadar saya ubah peran itu.”

 

  1. Sewa jasa penghitung pajak

Terdapat bermacam-macam cara untuk menentukan bentuk bisnis – kemitraan, korporasi, usaha gabungan, atau bahkan pemilik tunggal dan karyawan, untuk menyebut sebagian. Pastikan semua implikasi pajak diketahui dan bicarakanlah dengan ahli pajak tentang struktur usaha yang paling menguntungkan bagi kita. Pastikan keduanya memegang uang. Mungkin kita mempercayai pasangan sepenuhnya – tetapi kita perlu memastikan keduanya sama-sama mengetahui situasi keuangan.

 

  1. Jangan abaikan kehidupan kita yang lain

“Pasangan terjun ke bisnis dan lupa bahwa mereka juga seharusnya menyediakan waktu untuk mereka sendiri sebagai pasangan, sebagai keluarga dan sebagai individu,” kata Marshack. Bersikaplah kukuh untuk menentukan jeda dari urusan bisnis dan kemudian menyediakan waktu dengan orang-orang yang dicintai dalam kapasitas nonbisnis untuk menjaga hubungan

 

Demikian hal – hal mengenai tips berbisnis bersama pasangan yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and  development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi kamu.

Apa yang diperlukan sih dalam berbisnis bersama pasangan? Kita memerlukan ketrampilan bisnis yang saling melengkapi, kemampuan memisahkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, dan kapasitas untuk menghabiskan waktu lama bersama pasangan.

 

Berapa lama persiapan yang diperlukan: Sisihkan waktu untuk menyusun rencana bisnis yang mantap, susunlah kontrak yang diperlukan, atau kontrak kemitraan, dan pikirkan masak-masak segi logistiknya. “Bila kita tidak bisa menyusun rencana bisnis bersama-sama dan tidak sepakat tentang apa yang dilakukan, maka itu mungkin merupakan sinyal jelas bahwa langkah tersebut tidak akan membuahkan hasil,” kata Simmons.

 

  1. Rencanakan

“Bila kita mendengarkan para penasehat keuangan, penasehat hukum dan penasehat psikologi, mereka biasanya menyarankan agar kita duduk dan menyusun garis besar tentang bagaimana rencana kita bisa berhasil, berapa biaya yang harus dikeluarkan,” kata Kathy Marshack, PhD, psikolog di Oregon, Amerika Serikat dan penulis Entrepreneurial Couples. Bila kita adalah pasangan muda yang belum memiliki anak, apakah kita berencana mempunyai anak? Dan bagaimana hal itu akan mempengaruhi bisnis bersama?

 

  1. Siapkan strategi alternatif

“Ini adalah satu hal yang tidak dibicarakan pasangan di waktu awal karena kita bersemangat,” jelas Simmons. “Tetapi kalau hubungan kandas atau berakhir dengan perceraian, siapa yang mempunyai usaha itu? Apakah tetap akan menjalankannya bersama-sama? Apa yang terjadi? “Demikian juga, bagaimana kalau usaha tidak berhasil? Ini harus dijabarkan dalam tulisan sehingga tidak timbul masalah tentang bagaimana seharusnya apabila mengalami kegagalan, baik itu bisnis atau pun hubungan.

 

  1. Anggap resmi

Perlakukanlah pengaturan bisnis ini secara serius. “Bila kita duduk dan mengatakan, ‘Hi, mari kita tuangkan ini ke dalam kontrak bisnis, “maka hal itu mengajak otak berpikir tentang apa yang dapat terjadi yang seharusnya direncanakan,” kata Marshack. “Ini mencegah kesulitan di masa datang.”

 

  1. Ketahui ketrampilan bisnismu

Pasangan kadang-kadang langsung terjun ke binis karena mereka menyukai gagasan berbisnis, saling mencintai dan mereka bersemangat untuk membuatnya berhasil-tetapi mereka belum memikirkan masak-masak. “Mereka berpikir, ‘Bukankah akan menyenangkan untuk bekerja bersama-sama?'” kata Marshack. “Saya tahu ada pemilik-pemilik usaha kecil yang tidak bisa memahami laporan keuntungan dan kerugian, dan itu tidak baik. Kita memerlukan ketrampilan bisnis.”

 

  1. Bagi tanggung jawab

“Tetapkan peran dengan jelas yang tidak tumpang tindih, berdasarkan kelebihan dan kekurangan,” kata Bowman. Sebagai contoh, salah satu pasangan memegang keuangan perusahaan sementara yang satu lagi merancang produk. Kita akan lebih berhasil dan lebih bahagia apabila kita tidak bersaing mengerjakan tugas-tugas yang sama.

 

  1. Tinggalkan pekerjaan di kantor

Pisahkan pekerjaan dengan kehidupan pribadi. Di rumah, pastikan kita memperlakukan satu sama lain sebagai pasangan romantis bukan kolega kerja. “Saya bisa sangat bersemangat,” ujar Hendershott, yang bekerja bersama suaminya. “Kami saling memeluk, dan sekarang kami pasangan suami istri lagi dan dengan sadar saya ubah peran itu.”

 

  1. Sewa jasa penghitung pajak

Terdapat bermacam-macam cara untuk menentukan bentuk bisnis – kemitraan, korporasi, usaha gabungan, atau bahkan pemilik tunggal dan karyawan, untuk menyebut sebagian. Pastikan semua implikasi pajak diketahui dan bicarakanlah dengan ahli pajak tentang struktur usaha yang paling menguntungkan bagi kita. Pastikan keduanya memegang uang. Mungkin kita mempercayai pasangan sepenuhnya – tetapi kita perlu memastikan keduanya sama-sama mengetahui situasi keuangan.

 

  1. Jangan abaikan kehidupan kita yang lain

“Pasangan terjun ke bisnis dan lupa bahwa mereka juga seharusnya menyediakan waktu untuk mereka sendiri sebagai pasangan, sebagai keluarga dan sebagai individu,” kata Marshack. Bersikaplah kukuh untuk menentukan jeda dari urusan bisnis dan kemudian menyediakan waktu dengan orang-orang yang dicintai dalam kapasitas nonbisnis untuk menjaga hubungan

 

Demikian hal – hal mengenai tips berbisnis bersama pasangan yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and  development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi kamu.

Wacana cuti melahirkan 6 bulan dalam Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak atau RUU KIA pastinya memiliki tujuan positif, terutama demi memastikan pemenuhan air susu ibu atau ASI eksklusif kepada bayinya.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), ASI eksklusif sebaiknya diberikan selama 6 bulan. Tidak dapat terelakkan bahwa ASI eksklusif memang memiliki manfaat yang signifikan bukan hanya untuk bayi, tetapi untuk ibu, keluarga, lingkungan, dan ekonomi.

Aturan cuti melahirkan yang saat ini hanya 3 bulan, yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan yang  dianggap menjadi salah satu faktor rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif. Pasalnya, para ibu harus kembali bekerja setelah masa cuti yang cenderung pendek ini berakhir.

Sepintas, wacana perpanjangan cuti melahirkan tersebut seakan memberikan angin segar bagi perempuan, tetapi jika dilihat lebih jauh, kebijakan tersebut juga dapat menjadi masalah baru bagi perempuan dan justru menjadi celah untuk mengembalikan perempuan ke ranah domestik. Untuk lebih bisa memahami efek baik atau buruknya berdasarkan penuturan Rastrianez.

 

  1. Membuat bisnis menjadi lebih pilih-pilih dalam merekrut perempuan

Rencana regulasi tersebut bisa jadi membuat bisnis menjadi lebih pilih-pilih dalam merekrut perempuan. Meski demikian, ia memandang hal ini justru sebagai sinyal bagus bagi karyawan untuk menilai perusahaan. “Apakah perusahaan itu memikirkan kesejahteraan karyawan atau tidak? Kalau kita menemukan perusahaan yang memikirkan kesejahteraan karyawan, ya, tentu kita akan jadi lebih happy,” tutur Rastrianez.

Bila perusahaan yang tidak menaruh perhatian pada hal itu, karyawan memiliki hak untuk tetap bekerja di situ atau mencari perusahaan yang sesuai dengan kebutuhan karyawan. Ada pula solusi lain, yakni karyawan bisa mencoba berbicara dengan Human Resources (HR) untuk menyampaikan aspirasi. “Kita punya hak sebagai karyawan untuk menyuarakan keinginan kita, dan kita lihat respons mereka. Kalau memang responsnya masih enaknya, kita bisa cari win-win solution. Kalau misalnya responsnya kurang baik dan kurang berkenan, kita punya hak untuk stay atau enggak di perusahaan itu,” ungkap Rastrianez.

 

  1. Berpengaruh terhadap karier perempuan

Menurut Rastrianez, perpanjangan cuti hamil menjadi enam bulan juga akan memengaruhi karier perempuan. Namun, ia menyarankan perempuan untuk bisa memiliki daya jual lebih sebagai karyawan. “Kita sebagai perempuan seharusnya memikirkan daya jual yang bisa ditonjolkan agar pihak perusahaan tetap mau merekrut kita. Pikirkan apa yang bisa kita lakukan untuk bertambah baik, hebat, dan menambah value hingga akhirnya bisa tetap survive,” ujar Rastrianez.

Ia mengimbau perempuan untuk tetap fokus dengan strategi yang bisa diambil dan sesuai dengan diri sendiri untuk mengembangkan diri. Dengan demikian, perempuan dapat tetap relevan terhadap perkembangan zaman. “Nilai jual itu tahunya dari kelebihan dan kekurangan kita. Setelah itu pikirkan karier yang diinginkan dan cari tahu tentang karier kita, apakah sesuai dengan kelebihan dan kekurangan kita. Yang lebih penting, kita harusnya paham apa yang mau kita kembangkan,” ungkapnya.

  1. Perempuan bisa merasa tidak percaya diri saat kembali bekerja

Hal lain yang juga menjadi dampak dari cuti melahirkan 6 bulan adalah perempuan merasa tidak percaya diri saat kembali ke kantor. “Kalau dari sisi career coach, salah satu kendalanya, ibu atau perempuan ini perlu merasa confident bahwa dia tetap bisa menjalani karier. Karena beberapa perempuan setelah cuti hamil merasa tidak relevan,” ungkapnya.

Saat merasa tidak relevan dan tidak percaya diri, perempuan akan sulit dilihat nilai jualnya oleh perusahaan. Sebaliknya, bila merasa percaya diri, perempuan akan tahu apa yang diinginkan ketika kembali berkarier. “Tapi beda cerita dengan perempuan yang mungkin bersenang-senang saat mengurus anak, maksudnya, sambil baca buku dan masih tetap ngambil kursus untuk tidak membuang waktu,” kata Rastrianez.

Bila perempuan tetap melakukan kegiatan yang produktif di sela-sela cuti melahirkan, ini bisa menjadi nilai lebih. Jadi saat harus kembali bekerja, perempuan sudah mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari.

 

Dari pembahasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa perlu tidaknya aturan cuti hamil 6 bulan ini kembali kepada 2 sisi, yaitu sisi perusahaan yang dapat memberikan kebijakan yang sesuai dan dari sisi karyawan dalam memanfaatkan masa cuti hamil 6 bulan tersebut.

 

Demikian hal – hal mengenai dampak penerapan cuti hamil 6 bulan menurut RUU KIA yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and  development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi kamu.

Setiap orang yang bekerja pasti pernah merasakan stres. Stres di tempat kerja didasari oleh berbagai faktor, seperti pekerjaan yang tidak ada habisnya, beban kerja, dan lingkungan kerja yang kurang nyaman. Kamu harus mengetahui bagaimana cara mengatasi stres kerja agar tetap sehat baik secara fisik maupun mental.

World Health Organization (WHO) mengklasifikasikan stres di tempat kerja (burnout) sebagai sindrom. Dalam International Classification of Diseases, burnout merupakan suatu sindrom yang dikonseptualisasi sebagai hasil dari stres kronis di tempat kerja yang tidak dikelola dengan baik.

 

Orang yang mengalami burnout besar kemungkinan disebabkan oleh beberapa hal berikut:

  1. SDM yang kurang
  2. Ketidakmampuan untuk mengatur aspek pekerjaan (beban kerja, pembagian tugas, dan jadwal) sehingga menyebabkan kelelahan
  3. Merasa terintimidasi dan di-bully oleh rekan kerja
  4. Pekerjaan yang monoton dan target yang over
  5. Lingkungan yang kurang support
  6. Kesenjangan antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan
  7. Komunikasi dalam lingkungan pekerjaan yang kurang terbuka

 

Department of Health & Human Services, State Government of Victoria, Australia mengatakan bahwa stres karena pekerjaan bisa menimbulkan gejala perilaku, yaitu:

  1. Penurunan kinerja
  2. Kreativitas dan inisiatif yang berkurang
  3. Perubahan suasana hati
  4. Munculnya masalah interpersonal
  5. Tidak sabar
  6. Sering sakit
  7. Kehilangan minat banyak hal
  8. Lebih suka menyendiri

 

Cara Mengatasi Stres di Tempat Kerja

Sebelum burnout memberi dampak negatif yang lebih besar, maka alangkah baiknya kamu mengikuti beberapa cara mengatasi stres di tempat kerja di bawah ini untuk mengatasinya:

 

  1. Kenali Batas Kemampuan

Mengenali batas kemampuan kamu dalam melaksanakan pekerjaan adalah penting untuk dilakukan. Kalau sudah mengenalnya dengan baik, maka kamu bisa mengoptimalkan waktu yang dibutuhkan dan strategi yang harus dilaksanakan agar pekerjaan dapat terselesaikan dengan baik serta menghindari kelelahan berlebihan.

 

  1. Sharing dengan Rekan Kerja

Buka obrolan dan sharing dengan rekan dapat menciptakan suasana kerja yang lebih positif. Dengan bersikap positif dan optimis, kamu bisa rileks sejenak dan suasana kerja akan terasa lebih nyaman.

 

  1. Lupakan Pekerjaan Sejenak

Beban dan target pekerjaan tidak jarang membuat orang menjadi stres. Boleh banget kok kamu mencari hiburan yang bisa membuat pikiran dan tenagamu kembali pulih, seperti menonton film, karaoke, berkebun, bermain dengan hewan peliharan, dan masih banyak lagi.

 

  1. Jaga Pola Hidup

Beban pekerjaan kerap membuat kita lupa untuk menjalani gaya hidup sehat. Menurut Mayo Clinic, istirahat yang cukup, konsumsi vitamin dan makanan bergizi serta berolahraga dapat membantu melindungi kesehatan fisik dan mental dari stres pekerjaan.

 

  1. Lakukan Mindfulness

Mindfulness adalah ketika kamu sadar dan fokus pada momen yang sedang kamu alami tanpa adanya interpretasi. Secara garis besar, teknik yang dilakukan saat mindfulness adalah sebagai berikut:

  1. Duduk dengan posisi senyaman yang didapat
  2. Bernafaslah seperti biasa
  3. Coba untuk fokus merasakan setiap tarikan dan hembusan nafas

 

Demikian hal – hal mengenai cara mengatasi stres kerja yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and  development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan karyawan & program pengembangan bisnis sesuai kebutuhan organisasi kamu.